BANYUWANGI – Bagi sebagian orang, trigger finger mungkin masih asing di telinga. Padahal, setiap orang berpotensi mengalami gangguan ini.
Trigger finger merupakan gangguan akibat peradangan pada selaput sendi dan tendon otot. Biasanya, jari tangan kaku saat posisi menekuk atau meregang.
Hal ini diungkapkan dr. Reza Muttaqien SpOT dalam siaran langsung media sosial yang diadakan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi pekan lalu. Siaran langsung medsos ini dipandu oleh host Devi Nurbaiti STr Keb.
Menurut Reza, penyebab trigger finger bermacam-macam. Selain itu, ada pemicu dari peradangan. Yakni kebiasaan jari selalu melakukan gerakan yang berulang dalam waktu lama.
Dia menjelaskan, peradangan tersebut membuat selaput sendi menyempit. Sehingga gerakan tendon menjadi tidak lancar. Jika dibiarkan, maka akan mengakibatkan rasa nyeri yang cukup mengganggu saat beraktivitas. ”Di masa Pandemi Covid-19 ini, ada kebijakan untuk kerja dari rumah alias work from home (WFH) tanpa sadar menambah waktu kerja. Orang sulit memisahkan waktu kerja dan non-kerja sehingga waktu banyak dihabiskan bersama gawai. Baik untuk mengetik atau virtual meeting yang berdampak adanya keluhan pada jari-jari tangan,” jelasnya.
Reza menambahkan, ada beberapa tips untuk mencegah terjadinya trigger finger.
Pertama, hindari aktivitas yang menggunakan jari yang sama secara berlebihan. Begitu pula pada saat penggunaan gawai. Namun kalau memang tidak bisa dihindari, gunakan jari kiri dan kanan secara bergantian. Sehingga penggunaannya berimbang.
Kedua, apabila tangan mengalami kelelahan atau merasa kaku, langsung istirahat.
Ketiga, lakukan senam pada jemari. Bisa dilakukan saat senggang.
Keempat, pemakaian gadget atau laptop bisa ditaruh di meja. Dan saat mengetik, gunakan semua jari-jari sehingga tidak hanya satu jari saja yang terbebani saat beraktivitas. Bila keluhan sangat mengganggu dan tidak bisa diatasi di rumah, segera konsultasi ke Poli Orthopedi di RSIF Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin