RadarBanyuwangi.id – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mulai gencar melakukan vaksinasi massal ke seluruh populasi hewan pembawa rabies (HPR) di Banyuwangi. Untuk vaksinasi ini, Dinas menyiapkan 1.250 dosis vaksin anti rabies (VAR).
Petugas dari pusat kesehatan hewan (puskeswan) melakukan penyuntikan VAR di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, kemarin (18/8). Petugas mendatangi satu per satu rumah warga yang memiliki peliharaan hewan pembawa rabies (HPR) yakni anjing, kucing, dan kera.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh Nanang Sugiharto mengatakan, pelaksanaan VAR massal di Banyuwangi dimulai Rabu (18/8) hingga pada 28 September 2021 mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Rabies Sedunia.
Penyuntikan VAR ini dilakukan untuk memberikan kekebalan terhadap hewan dari penyebaran penyakit anjing gila. Anjing disuntik pada bagian bawah kulit tengkuk (leher atas anjing).
Pelaksanaan VAR di Banyuwangi dinilai sangat penting. Pasalnya, Banyuwangi menjadi pintu masuk lalu lintas Jawa Timur dari Bali sebagai daerah endemik rabies. ”Hewan pembawa rabies harus divaksin semua. Sebagai daerah terdekat dengan Bali, Banyuwangi harus siaga untuk menghambat penularan virus rabies,” katanya.
Untuk jumlah populasi anjing liar maupun yang dipelihara di Banyuwangi mencapai 2.000 ekor. Total target VAR yakni 1.250 dosis. Vaksinasi booster dilakukan sekali dalam setahun, diutamakan populasi jumlah banyak yang diutamakan daerah pinggiran perbatasan.
Wilayah pesisir yang berbatasan dengan Bali seperti Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kalipuro, Muncar, Purwoharjo, dan Tegaldlimo merupakan daerah yang rawan. Sebab, sering ditemukan nelayan yang membawa anjing dan kucing dari Bali yang berpotensi menyebarkan virus rabies.
Dampaknya, jika HPR mengandung virus rabies dan menimbulkan gigitan kepada manusia bisa berakibat fatal. Sebab, virus bisa menyerang dengan memasuki pembuluh darah dan menyebar di dalam tubuh. Hal itu kemudian menjadi pemicu terjadinya peradangan berat pada otak dan saraf tulang belakang.
”Fokus untuk kali ini yakni di lapangan pada anjing liar yang dipelihara masyarakat. Setelah selesai beberapa kecamatan selanjutnya akan dibuka vaksinasi di pusat kesehatan hewan, rumah sakit hewan,” jelasnya.
Untuk anjing piaraan di Banyuwangi rata-rata untuk dipelihara untuk menjaga rumah, sementara hewan kesayangan rata-rata masih didominasi kucing. ”Kalau hewan kesayangan, pemiliknya sudah memiliki kesadaran untuk vaksin mandiri,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)
Editor : Ali Sodiqin