RadarBanyuwangi.id – Nurmala Sari (23) bersyukur bisa sembuh dari hemoroid (ambeien) dan tidak mengeluarkan biaya apapun saat operasi di rumah sakit. Hal itu karena, Mala sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen mandiri kelas tiga yang iurannya Rp 35 ribu setiap bulannya. Ia melaksanakan operasi pada awal Juni di salah satu rumah sakit di Banyuwangi.
“Operasinya berjalan lancar dan aku alhamdulillah udah sembuh,” ujarnya.
Awalnya ia ragu jika penyakitnya bisa ditanggung, akhirnya ia mencoba mencari informasi dan menanyakannya langsung lewat mobile JKN di fitur informasi dan pengaduan. Ia memasukkan semua pertanyaannya di fitur itu dengan jelas, tidak selang beberapa lama, ia mendapatkan balasan dari fitur tersebut yang berisi bahwa penyakitnya bisa ditanggung dan yang terpenting adalah harus sesuai dengan indikasi medis.
“Waktu ada balasan di mobile JKN, aku langsung coba ke faskes tingkat satu dulu buat konsultasi. Terus dokternya nyuruh operasi ke rumah sakit dan aku dikasih surat rujukan sama dokternya,” pungkasnya.
Mala merasa sangat dipermudah dalam pelayanannya, baik dari administrasi maupun saat pelaksanaan operasi. Ia selalu di damping oleh ayahnya karena sang ayah tidak mau terjadi apa-apa. Hal itu karena ibunya sudah meninggal tujuh tahun yang lalu karena komplikasi di usia 40 tahun dan masih menyimpan trauma mendalam bagi ayahnya.
“Aku kalau ke mana-mana pasti sama ayah. Soalnya ayah khawatir. Terus waktu aku mau operasi, semuanya berjalan lancar dan ga ada yang dibeda-bedain sampai aku pulang,” tandasnya.
Mala menambahkan, fitur yang ada di mobile JKN sudah sangat lengkap dan sangat memudahkan ia untuk memperoleh pelayanan administrasi kepesertaannya. Ia saat operasi hanya menunjukkan KARTU KIS digital di gawainya dan ia langsung ditangani oleh petugas.
“Mobile JKN ini memang keren banget, aku jadi lebih mudah dan pastinya aku sangat terbantu sekali dengan adanya aplikasinya,” ungkapnya.
Saat ini dirinya fokus untuk terus menjaga kesehatan dengan cara mengatur pola makan dan tidur. Agar kondisinya terus bugar dan terhindar dari penyakit yang tidak ia inginkan.
“Alhamdulillah yang ini sudah sembuh dan aku gak mau lagi ada penyakit yang lain. Mendingan menjaga pola makan dari pada harus di operasi seperti ini,” kata Mala.
Lebih lanjut, mala berharap bahwa BPJS Kesehatan bisa terus menjadi bagian dirinya dan untuk orang lain, karena ia sudah merasakan manfaatnya. Biaya operasinya tidak sebanding dengan iuran yang hanya 35 ribu setiap bulannya. Sehingga ia akan terus membayar iuran setiap bulannya dan akan menjadikan hal itu sebagai tabungan kesehatannya di kemudian hari jika ia jatuh sakit.
“Terima kasih banyak untuk BPJS Kesehatan lewat program JKN-KIS ini. Akhirnya saya bisa operasi tanpa harus mengeluarkan biaya apapun lagi,” tutupnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin