Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemkab Upayakan Pencairan Insentif Nakes

Ali Sodiqin • Rabu, 30 Juni 2021 | 03:00 WIB
pemkab-upayakan-pencairan-insentif-nakes
pemkab-upayakan-pencairan-insentif-nakes


RadarBanyuwangi.id – Insentif tenaga kesehatan (nakes) sejak bulan November 2020 belum juga cair. Pemkab Banyuwangi masih menunggu proses pengalihan biaya operasional kesehatan (BOK) dari APBN ke APBD.



BOK untuk insentif nakes awalnya menjadi tanggungan APBN. Ketika anggaran tak kunjung turun dari pusat, maka diarahkan ke kabupaten atau APBD. Pemkab sudah meminta kepada rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk mengajukan berapa jumlah anggaran berdasarkan nakes yang mereka miliki.



”Kalau bisa nanti anggaran kita ambilkan dari pergeseran rekening yang tidak dibelanjakan atau kalau tidak bisa kita arahkan ke belanja tidak terduga (BTT). Yang jelas mekanismenya rumah sakit dan Dinkes yang mengajukan,” ujar Sekkab  Banyuwangi Mujiono kepada RadarBanyuwangi.id.



Terkait apakah jumlah insentif yang diberikan nanti utuh (selama delapan bulan) semua tergantung aturan yang digunakan. Selama aturannya jelas, insentif nakes bisa dibayarkan secara utuh. ”Tinggal nanti BOK yang sudah dianggarkan bagaimana,” katanya.



Sebelumnya, Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, insentif nakes sejak November 2020 hingga saat ini tak kunjung cair. Penyebabnya anggaran yang ada di Kementerian Kesehatan sudah habis. Kemenkes kemudian melimpahkan pembayaran insentif kepada pemkab.



Rio berjanji dalam waktu dekat insentif untuk para nakes segera cair. ”Ada kabar jika pencairan untuk insentif sudah ditandatangani oleh BPKAD dan Inspektorat. Insya Allah akan segera cair,” ujarnya.



Sementara itu, usai kematian salah seorang nakes akibat Covid-19, pemkab tengah menyiapkan santunan yang akan diberikan kepada keluarga nakes. Nantinya, uang pensiun dari nakes tersebut tetap bisa digunakan oleh anak-anak almarhumah hingga mereka menyelesaikan masa pendidikan. ”Sudah kita sampaikan agar ada santunan, kita juga meminta Dinsos dan kecamatan untuk melihat anak-anak yang ditinggalkan. Apalagi mereka yatim piatu. Kalau bisa pendidikannya di-cover sampai lulus sekolah,” pungkasnya.



Keluarga besar tenaga kesehatan (nakes) Banyuwangi berduka, Kamis kemarin (24/6). Seorang perawat yang bertugas di Puskesmas Licin gugur setelah dinyatakan positif Covid-19. Nakes tersebut meninggal ketika menjalani perawatan di ruang ICU Covid-19 RSUD Blambangan. Yang bersangkutan dirawat sejak Senin (21/6).



Nakes bernama Vika Dwi Novianti itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Blambangan sekitar pukul 08.00. Dua malam sebelumnya kondisinya terus memburuk.



Kepergian Vika meninggalkan duka bagi dua orang putra dan seorang putri yang kini menjadi yatim piatu. Suami Vika lebih dulu berpulang tiga tahun silam. Anak sulungnya yang duduk di bangku SMA ikut mengiringi kepergian ibunya. Si sulung didampingi beberapa rekan Vika selama bekerja di Puskesmas Licin. (fre/aif/c1)



Editor : Ali Sodiqin