Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cegah Obesitas dengan Pilihan Diet Tepat

Ali Sodiqin • Rabu, 20 Januari 2021 | 15:00 WIB
cegah-obesitas-dengan-pilihan-diet-tepat
cegah-obesitas-dengan-pilihan-diet-tepat

JawaPos.com – Dalam situasi pandemi ini, Covid-19 selalu membayangi setiap gerak dan langkah kita. Covid-19 siap menginfeksi siapa saja yang lengah terhadap protokol kesehatan. Tidak hanya itu, ada satu lagi masalah yang bisa menjadi momok. Sebab, hal tersebut juga dapat memicu virus korona lebih mudah menginfeksi tubuh seseorang, yaitu obesitas.

Problem obesitas ini sesungguhnya sudah lama. Kondisi ini bisa memperparah keadaan penderita penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, jantung, ginjal, kanker, dan lain-lain. Obesitas atau kelebihan berat badan sering kita dengar menjadi salah satu penyebab kematian pasien-pasien yang terinfeksi Covid-19.

Manajer Instalasi Gizi Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Riena Dhewi Lestari SGz RD menyampaikan, obesitas terdapat pada seseorang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 27. IMT dapat dihitung dengan mengetahui berat badan dan tinggi badan. Kemudian gunakan rumus berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter, lalu dikuadratkan atau kg/m2. Setelah didapatkan angka, kemudian dibandingkan dengan standar IMT orang Indonesia yang dikeluarkan Kemenkes-RI. ”Bagi pasien yang terpapar Covid-19 dan memiliki komorbid (penyakit penyerta) dapat memperparah kondisi dirinya,” ujar Riena.

Tak hanya itu, kata Riena, imunitas tubuh yang lemah pun menjadi tidak berdaya melawan Covid-19. Bahkan baru-baru ini, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit berat yang menjadi komorbid pada pasien Covid-19.

Riena menambahkan, seseorang yang mengalami obesitas dapat mengalami perubahan metabolisme yang menyebabkan peradangan. Bisa juga memunculkan masalah dengan insulin dan kekebalan yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melawan Covid-19. Masalah bagi orang yang mengalami obesitas adalah kadar leptin mereka yang selalu tinggi. Hal ini bisa memengaruhi respons terhadap infeksi Covid-19. ”Leptin adalah hormon yang diproduksi sel-sel lemak yang mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh,” tuturnya.

Semakin banyak lemak yang dimiliki, kata Riena, maka semakin banyak leptin yang berada dalam tubuh. Selain mengatur nafsu makan, leptin juga berperan dalam mengatur sel-sel tubuh untuk melawan virus. Bila jumlahnya meningkat, akan menghambat tubuh untuk melawan infeksi. ”Sehingga virus Covid-19 memiliki pintu masuk ke dalam tubuh kita tidak hanya melalui jaringan hidung, mulut dan paru-paru, tetapi juga melalui reseptor yang ada dalam jaringan lemak kita,” jelas Riena.

Sementara itu, upaya preventif yang dapat dilakukan agar seseorang tidak mengalami obesitas yaitu melakukan olahraga rutin. Caranya bisa berupa senam kardio dan aerobik yang dapat membantu menurunkan berat badan. Selain itu, juga pengaturan pola makan atau diet dan mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif untuk bergerak. ”Meskipun banyak di antara kita yang harus bekerja atau belajar dari rumah karena dampak pandemi ini,” imbuh Nendy Purna Yuniawan SST, ahli gizi RSAH.

Nendy merekomendasikan salah satu diet yang dapat dilakukan adalah diet rendah kalori seimbang. Dalam diet ini, prinsip yang digunakan adalah defisit kalori antara jumlah kalori yang diasup dengan jumlah kalori yang dikeluarkan. Namun, tetap memperhatikan kebutuhan tubuh akan semua zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme dan aktivitas, serta tentunya penurunan berat badan seperti yang diinginkan. ”Dalam diet ini, Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan zat gizi tertentu dalam tubuh,” katanya.

Menurut Nendy, kita bisa mengonsumsi semua jenis makanan sesuai dengan kondisi kesehatan. Tentunya dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh sehingga tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bugar tanpa rasa lemas, letih, dan loyo. ”Serta kondisi kesehatan yang tetap optimal terjaga, meskipun mungkin dengan adanya penyakit penyerta dalam diri Anda,” tambah Nendy.

Lalu, bagaimana dan seperti apa pengaturan diet tersebut? Silakan dapat langsung datang ke Klinik Gizi RS Al Huda. ”Ahli gizi kami akan menghitung kebutuhan zat gizi dan membuatkan menu diet rendah kalori seimbang untuk Anda,” pungkas Nendy. (*/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#obesitas #rsah #olahraga