BANYUWANGI – Kehamilan bagi seorang perempuan memberikan dampak tersendiri. Perubahan fisik yang dialami banyak mempengaruhi pola gerak dan aktivitas dalam kesehariannya. Bukan itu saja beberapa gangguan seperti badan mudah lelah, rasa mual, pinggul sakit, hingga sakit kepala menjadi warna-warni kehamilan yang dialami.
Bahkan tidak jarang, ibu hamil juga dihadapkan pada sisi sulit lainnya seperti kesulitan mendapatkan kualitas tidur yang memadai. Padahal, kurang istirahat bisa mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri. ”Kualitas tidur selama hamil ditentukan posisi tidur salah satunya,” ujar Bidan Nuraini.
Namun, ada beberapa posisi tidur yang wajib dihindari selama hamil. Di antaranya terlentang. Untuk kehamilan di trisemester kedua posisi tidur ini tidak dianjurkan. Posisi ini berbahaya untuk janin dan ibu. Pada fase tersebut, uterus berada di bagian tekanan vena. Fungsinya untuk mengembalikan aliran darah ke jantung.
Imbasnya posisi itu membuat aliran darah ke plasenta menjadi lebih kecil. Posisi yang tidak direkomendasikan lainnya yakni tidur miring ke kanan. Posisi ini berbahaya karena menyebabkan tekanan kuat pada organ hati ibu. Imbasnya asupan untuk janin menjadi terbatas.
”Posisi lainnya tengkurap. Posisi ini membuat janin tergencet dan mengancam jiwa janin itu sendiri,” bebernya.
Selanjutnya mengangkat kaki ke atas. Pada kehamilan tirsemester pertama posisi ini menyebabkan gangguan kehamilan. Cirinya rasa badan mudah lelah dan sering buang air kecil. Untuk janin berpotensi janin kekurangan suplai oksigen.
Ada kalanya juga ibu hamil karena lelah sampai tidur sambil duduk. Posisi ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan. Hal ini bisa meningkatkan tekanan pembuluh darah yang over ke jantung. ”Selain itu, posisi tidur terlentang dengan poisisi kepala lebih tinggi juga baiknya dihindari,” sarannya.