RADAR BANYUWANGI – Modus penipuan dengan mengaku sebagai petugas kecamatan yang menyasar penerima bantuan sosial (bansos) membuat jajaran pemerintah desa di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan penipuan terhadap seorang lansia di Desa Wringinpitu yang kehilangan akses dana bansos setelah kartu ATM miliknya ditukar oleh orang tidak dikenal (OTK).
Kasus yang menimpa Katinah, 78, warga Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Para kepala dusun (kasun) se-Kecamatan Tegaldlimo telah membahas upaya pencegahan agar modus serupa tidak kembali menyasar warga, khususnya kelompok lanjut usia yang menjadi penerima bantuan sosial.
Camat Tegaldlimo Trisetya Supriyanto mengatakan, persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat rutin bersama para kasun pada Rabu (30/9). Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan perangkat kewilayahan agar lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Pak Kepala Dusun (Kasun) Bayatrejo telah laporan dan sudah kami rapatkan dengan kasun se-Kecamatan Tegaldlimo. Kami imbau waspada terhadap kejadian yang terjadi di Wringinpitu,” ujar Trisetya.
Menurut dia, masyarakat perlu lebih cermat ketika menerima kedatangan orang yang mengaku sebagai petugas kecamatan, terutama jika berkaitan dengan pengurusan bantuan sosial.
Trisetya menegaskan, tidak ada pegawai kecamatan yang secara khusus ditugaskan mendatangi rumah warga untuk menangani pencairan atau pengurusan bansos.
Petugas yang biasanya melakukan kunjungan langsung kepada keluarga penerima manfaat (KPM) adalah pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Kehadiran mereka bertujuan membantu, membimbing, sekaligus mengawasi agar bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran.
“Dari kecamatan tidak ada, yang ada ya petugas PKH,” ujarnya.
Kartu ATM Bansos Lansia Ditukar
Sebelumnya, dugaan penipuan menimpa Katinah, 78, warga Dusun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Perempuan lanjut usia tersebut diduga menjadi korban aksi orang tidak dikenal yang mengaku sebagai pegawai kecamatan dan menawarkan bantuan pengurusan bansos.
Dalam aksinya, pelaku diduga menukar kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BNI Merah Putih milik korban yang digunakan untuk menerima bantuan sosial lansia.
Kartu ATM yang telah ditukar tersebut kemudian diduga dimanfaatkan pelaku untuk menguras dana bantuan milik korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelompok lansia dan penerima bansos perlu mendapat perlindungan serta pendampingan lebih intensif, terutama ketika berhadapan dengan orang asing yang menawarkan bantuan terkait administrasi maupun pencairan dana.
Pemerintah Kecamatan Tegaldlimo mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas pemerintah tanpa memastikan identitas dan kejelasan tugasnya.
Kewaspadaan warga, dukungan kepala dusun, serta penyampaian informasi yang tepat diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku penipuan sekaligus mencegah kasus serupa terulang di wilayah Banyuwangi. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin