Kasus Maling Jeruk Tewas di Bangorejo Banyuwangi, Polisi Profiling 13 Orang, Status Masih Saksi

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 04:00 WIB
PAKAI KURSI RODA: Petugas kepolisian mengevakuasi salah satu pelaku pencurian jeruk ke rumah sakit. (ISTIMEWA)
PAKAI KURSI RODA: Petugas kepolisian mengevakuasi salah satu pelaku pencurian jeruk ke rumah sakit. (ISTIMEWA)

RADAR BANYUWANGI – Kasus pengeroyokan yang menewaskan VK, pria yang diduga mencuri jeruk di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, mulai mengerucut. Satreskrim Polresta Banyuwangi telah melakukan profiling terhadap 13 orang yang diduga mengetahui atau berada di sekitar lokasi kejadian. Namun, polisi belum menetapkan satu pun dari mereka sebagai tersangka karena seluruhnya masih berstatus saksi dan penyidik masih mengumpulkan keterangan.

Kasus tersebut menjadi perhatian setelah dugaan pencurian jeruk pada Selasa (15/9) dini hari berujung aksi kekerasan massa. VK tertangkap warga setelah diduga mengambil jeruk di sebuah perkebunan milik SA.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi mengatakan, belasan orang tersebut menjadi bagian dari pemetaan penyidik untuk mengurai secara utuh peristiwa yang menyebabkan VK meninggal dunia.

“Sementara ini ada 13 orang yang sudah kita profiling, namun kita belum dapat pastikan bahwa mereka sebagai pelaku semua. Status mereka sementara ini masih saksi karena penyidik masih terus mengumpulkan sejumlah keterangan,” ujar Lanang, Rabu (17/9).

Peran Masing-Masing Dipetakan

Penyidik tidak ingin terburu-buru menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian VK. Karena itu, pemeriksaan dilakukan dengan memetakan peran masing-masing orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Lanang, langkah tersebut diperlukan agar ketika penyidik nantinya menetapkan tersangka, konstruksi perkara dapat dijelaskan secara terang. Termasuk siapa yang melakukan tindakan kekerasan dan bagaimana peran masing-masing dalam rangkaian kejadian.

“Pemetaan ini dilakukan secara hati-hati untuk mengetahui peran masing-masing orang dalam aksi penganiayaan tersebut,” jelasnya.

Dengan pemetaan tersebut, penyidik berharap proses penanganan perkara tidak berhenti pada identifikasi orang-orang yang berada di lokasi. Fakta mengenai tindakan yang dilakukan masing-masing individu menjadi bagian penting dalam menentukan langkah hukum berikutnya.

Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri

Lanang juga menyinggung kasus serupa yang pernah terjadi di Bali, ketika seorang terduga pelaku pencurian ayam meninggal dunia setelah diamuk massa.

Menurut dia, kasus tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan dugaan tindak pidana dapat berkembang menjadi perkara baru apabila masyarakat mengambil tindakan sendiri di luar proses hukum.

Pihak keluarga VK juga menginginkan proses hukum berjalan atas kematian anggota keluarganya.

Lanang menegaskan, masyarakat memang memiliki peran dalam menjaga keamanan lingkungan. Namun, peran tersebut tetap harus berada dalam koridor hukum.

“Masyarakat memang berperan penting dalam keamanan wilayahnya. Namun, masyarakat juga harus patuh pada aturan hukum, tidak semena-mena bertindak hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia,” tegasnya.

VK Meninggal akibat Luka Benda Tumpul

Dari pemeriksaan awal, VK meninggal dunia setelah mengalami luka parah di sekujur tubuh. Luka tersebut disebut merupakan bekas pukulan benda tumpul.

VK sebelumnya diamankan warga setelah diduga tertangkap basah melakukan pencurian jeruk. Peristiwa itu kemudian berubah menjadi aksi pengeroyokan hingga menyebabkan korban mengalami luka serius.

Dalam penanganan perkara dugaan pencurian, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian, termasuk dua sepeda motor dan karung berisi jeruk.

Kini, penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi menghadapi dua rangkaian perkara yang harus diurai secara cermat: dugaan pencurian jeruk dan pengeroyokan yang berujung kematian.

Sebanyak 13 orang telah masuk dalam pemetaan penyidik. Namun, untuk sementara, status mereka masih sebagai saksi. Polisi masih membutuhkan keterangan dan bukti lain sebelum menentukan siapa yang nantinya harus mempertanggungjawabkan kematian VK secara hukum. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
polisi Banyuwangi maling jeruk tewas pengeroyokan Bangorejo profiling 13 orang Sambimulyo Banyuwangi