Pekerja Proyek di Kalibaru Banyuwangi Curi Alat Survei, Jejaknya Terekam CCTV

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 04:00 WIB
Penyidik Unit Reskrim Polsek Kalibaru memeriksa DP, seorang pekerja proyek di kawasan PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Kamis (3/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Penyidik Unit Reskrim Polsek Kalibaru memeriksa DP, seorang pekerja proyek di kawasan PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Kamis (3/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dua alat ukur presisi senilai sekitar Rp75 juta raib dari gudang proyek PT Etika Darma Bangun Sarana (EDBS) di kawasan PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI), Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Aksi pencurian yang diduga dilakukan pekerja proyek berinisial DP, 40, itu akhirnya terbongkar setelah polisi menelusuri rekaman CCTV dan resi pengiriman barang.

DP, pria asal Probolinggo, diamankan Polresta Banyuwangi bersama Unit Reskrim Polsek Kalibaru pada Rabu (2/9). Bukti rekaman kamera pengawas menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap dugaan pencurian tersebut.

Kapolsek Kalibaru AKP Achmad Junaedi mengatakan, polisi bergerak setelah menerima laporan kehilangan dari pihak perusahaan. Identifikasi di lokasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar gudang.

"Setelah melakukan identifikasi lapangan dan penelusuran rekaman pengawas, pihaknya bersama Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti pencurian tersebut," ujar Junaedi.

Pintu Gudang Terbuka, Alat Survei Hilang

Kasus tersebut pertama kali diketahui pada Selasa (1/9) sekitar pukul 07.00. Saat itu, salah seorang saksi, Syamsul Arifin, 31, hendak mengambil peralatan kerja untuk memulai aktivitas proyek.

Namun, ada yang janggal. Pintu gudang ruang survei dalam kondisi terbuka.

Syamsul kemudian memeriksa bagian dalam gudang. Dua peralatan yang sehari sebelumnya masih disimpan di tempat tersebut ternyata sudah tidak ada.

"Saksi Syamsul mendapati pintu gudang ruang survei sudah dalam keadaan terbuka. Saat diperiksa ke dalam, dua alat ukur presisi yang disimpan sehari sebelumnya sudah hilang dari tempatnya," terang Junaedi.

Dua alat yang raib bukan peralatan biasa. Barang tersebut merupakan perangkat penting untuk pekerjaan survei proyek.

Satu unit berupa Total Station (TS) survei, sedangkan satu lainnya merupakan alat level. Keduanya bermerek Topcon dengan ciri warna kuning.

Nilai kedua alat tersebut ditaksir mencapai Rp75 juta.

"Total kerugian materiil yang dialami pihak PT EDBS akibat hilangnya dua unit alat presisi tersebut ditaksir mencapai Rp75 juta," kata Junaedi.

Jejak Pelaku Terekam CCTV

Laporan korban yang diwakili tim surveyor, Imam S, langsung ditindaklanjuti polisi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, sekaligus menyisir rekaman kamera pengawas.

Gudang PT EDBS tersebut berada di lahan milik PT JAI, kawasan Dusun Gunung Terong. Dari penelusuran rekaman CCTV, polisi menemukan pergerakan seseorang yang mengarah kepada DP.

Petunjuk tersebut kemudian dikembangkan. Polisi mencocokkan hasil rekaman dengan informasi terkait aktivitas di kawasan proyek serta bukti pengiriman barang.

"Dari rekaman CCTV, pergerakan pelaku mengarah kuat kepada DP yang tak lain adalah pekerja di kawasan tersebut. Saat diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui seluruh perbuatannya," ungkap Junaedi.

Polisi kemudian mengamankan DP pada Rabu (2/9). Rekaman kamera pengawas dan resi pengiriman barang turut menjadi bagian dari barang bukti yang diamankan untuk mendukung proses penyidikan.

Alat Presisi Masih Jadi Fokus Penyidikan

Hingga kemarin (3/9), DP masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kalibaru. Polisi juga masih melengkapi berkas perkara dan mendalami seluruh rangkaian dugaan pencurian tersebut.

Penyidik akan mencermati bagaimana dua alat survei tersebut diambil dari gudang, bagaimana barang dikirim, serta rangkaian peristiwa setelah alat meninggalkan lokasi proyek.

"Masih kami periksa untuk proses selanjutnya seraya melengkapi berkas perkaranya," pungkas Junaedi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peralatan survei bernilai tinggi yang tersimpan di area proyek tetap membutuhkan sistem pengamanan ketat. Dalam perkara tersebut, rekaman CCTV menjadi titik penting yang membantu polisi mengurai jejak hilangnya dua alat presisi bernilai puluhan juta rupiah. (sas)

Editor : Ali Sodiqin
pencurian alat survei alat survei CCTV Kalibaru polsek kalibaru banyuwangi