Modus Sembunyikan Narkoba di Organ Vital Gagal, Polisi Kejar Jaringannya

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang disita dari PW kini diamankan penyidik Satresnarkoba Polresta Banyuwangi, Jumat (21/8). (Foto: Satresnarkoba Polresta Banyuwangi)
Barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang disita dari PW kini diamankan penyidik Satresnarkoba Polresta Banyuwangi, Jumat (21/8). (Foto: Satresnarkoba Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Upaya penyelundupan narkoba ke Lapas Kelas IIA Banyuwangi ternyata bukan aksi yang berdiri sendiri. Polisi kini memburu pemasok dan pengendali setelah seorang perempuan berinisial PW, 30, diduga membawa sabu dan ekstasi dengan total berat kotor sekitar 25,24 gram untuk diserahkan kepada narapidana yang disebut sebagai suami sirinya.

Barang haram tersebut masuk ke tangan PW sehari sebelum dia ditangkap petugas Lapas Banyuwangi, Kamis (20/8). Modusnya terbilang nekat. Narkotika disembunyikan di area organ vital PW sebelum dibawa masuk ke lapas.

Dari tangan PW, petugas mengamankan lima paket sabu dengan berat kotor total 22,53 gram. Selain itu, terdapat satu klip sabu seberat 2,71 gram serta sejumlah ekstasi, yakni satu paket berisi 31 butir dan tiga klip ekstasi dengan berat kotor masing-masing 2,60 gram dan 2,85 gram.

Petugas juga menyita plastik yang terdapat benang wol serta satu unit telepon seluler merek Vivo.

Diawali Pesan WhatsApp

Hasil pemeriksaan awal Satresnarkoba Polresta Banyuwangi mengarah pada dugaan adanya pihak lain yang mengatur pengiriman narkotika tersebut.

Kasat Narkoba Polresta Banyuwangi Kompol Angga Perdana mengatakan, PW mengaku barang tersebut hendak diberikan kepada seorang narapidana berinisial DI, yang disebut sebagai suami sirinya.

Sehari sebelum penangkapan, DI menghubungi PW melalui WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, PW diminta menunggu seseorang di depan sebuah diler Yamaha di kawasan Sobo.

PW kemudian mendatangi lokasi yang dimaksud dan mengirimkan titik lokasinya kepada DI.

“Tidak lama kemudian, seorang pria yang mengendarai sepeda motor datang seorang diri dan menyerahkan sebuah kresek berwarna hitam kepada PW,” jelas Angga.

Pria tersebut kemudian pergi. PW membawa kresek itu pulang tanpa mengetahui secara pasti isi paket di dalamnya.

Baru Tahu Isinya Narkoba

Setelah tiba di rumah, PW kembali berkomunikasi dengan DI. Saat itulah, PW diberitahu bahwa barang yang baru diterimanya ternyata berisi sabu dan pil ekstasi.

DI kemudian meminta PW membawa narkotika tersebut ke dalam Lapas Banyuwangi.

“Atas permintaan itulah, PW datang ke Lapas Banyuwangi dengan membawa narkotika tersebut dengan disembunyikan di alat vitalnya,” sebut Angga.

Cara tersebut dilakukan agar barang terlarang lolos dari pemeriksaan petugas sebelum masuk ke area lapas.

Namun, upaya itu gagal.

Gerak-gerik Pembesuk Bikin Curiga

PW datang ke Lapas Banyuwangi sekitar pukul 11.30 untuk mengunjungi DI. Saat menjalani pemeriksaan, petugas penggeledahan wanita menemukan sesuatu yang dianggap tidak wajar.

Kecurigaan muncul ketika petugas melakukan pemeriksaan badan dan merasakan adanya tali yang mengganjal di area sensitif.

Kalapas Banyuwangi Solichin mengatakan, pemeriksaan kemudian dilakukan lebih lanjut.

“Petugas menemukan keberadaan tali yang mengganjal saat meraba area sensitif PW. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tali tersebut ternyata terhubung dengan benda asing yang dimasukkan ke dalam organ vitalnya,” katanya.

Temuan tersebut kemudian mengarah pada pengungkapan paket narkotika yang disembunyikan PW.

Polisi Kejar Pemasok

PW kini menjalani proses pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polresta Banyuwangi. Polisi tidak berhenti pada perempuan yang diduga sebagai pembawa barang.

Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui siapa pria yang menyerahkan kresek hitam, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa pihak yang mengendalikan pengiriman hingga ke dalam lapas.

“Kita tidak hanya membidik PW sebagai pembawa barang, tetapi juga berupaya mengungkap pihak yang menyuruh, memasok, hingga kemungkinan jaringan yang berada di belakang upaya penyelundupan tersebut,” tegas Angga.

Dengan demikian, penyelidikan kini bergerak dari pintu masuk lapas menuju rantai pasok narkotika. Polisi berupaya mengungkap apakah pengiriman tersebut merupakan aksi satu kali atau bagian dari jaringan yang lebih besar. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Narkoba lapas Penyelundupan narkoba Satresnarkoba Banyuwangi Sabu ekstasi lapas banyuwangi