Jejak Supriyadi Terkuak, Pernah Lempar Molotov ke Rumah Mantan Pacar di Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 22:30 WIB
PASANG GARIS POLISI: TKP penusukan maut yang menewaskan Yuni Khomsiyah, 29, di Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
PASANG GARIS POLISI: TKP penusukan maut yang menewaskan Yuni Khomsiyah, 29, di Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Rumah di Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, itu kini menjadi sorotan. Tempat yang menjadi lokasi penusukan maut terhadap Yuni Khomsiyah, 29, ternyata telah lama membuat warga sekitar resah.

Rumah yang ditempati Supriyadi, 31, suami siri korban sekaligus tersangka penusukan, disebut kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda hingga larut malam. Suara bising dari aktivitas tersebut bahkan disebut nyaris terjadi setiap malam.

“Hampir setiap malam rumah itu dipakai tongkrongan anak-anak muda. Bahkan sampai tengah malam. Suasananya sering bising,” ujar Riadi, 50, warga setempat.

Keresahan warga tidak berhenti pada aktivitas tongkrongan. Sejumlah warga juga mengaku menaruh kecurigaan terhadap aktivitas lain di rumah tersebut. Mereka menduga lokasi itu pernah digunakan sebagai tempat transaksi obat terlarang.

“Warga menaruh curiga lokasi itu juga dijadikan tempat jual beli obat terlarang,” imbuh Riadi.

Pernah Lempar Molotov ke Rumah Mantan Pacar

Rekam jejak Supriyadi juga mulai menjadi perhatian dalam penyidikan kasus yang menewaskan Yuni. Pria 31 tahun tersebut diketahui pernah berurusan dengan polisi pada 2023.

Saat itu, Supriyadi disebut nekat melempar bom molotov rakitan ke rumah mantan pacarnya di wilayah Kecamatan Srono, Banyuwangi.

“Dulu sudah pernah ditangkap polisi karena ngebom rumah pacarnya di Srono,” terang warga tersebut.

Informasi mengenai masa lalu tersangka itu menambah gambaran mengenai sosok Supriyadi yang kini harus mempertanggungjawabkan dugaan aksi kekerasan terhadap Yuni.

Meski demikian, dugaan aktivitas ilegal maupun rekam jejak hukum tersebut tetap perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian.

Pemdes Sudah Berulang Kali Datangi Rumah Pelaku

Keresahan warga rupanya bukan hal yang baru diketahui pemerintah desa. Pemerintah Desa Temuasri disebut telah beberapa kali merespons laporan warga mengenai aktivitas di rumah Supriyadi.

Kepala Dusun Krajan Ramdan Wahyudi mengatakan, pihak desa bahkan telah mendatangi rumah tersebut untuk memberikan teguran dan imbauan.

“Kami sudah sering mendatangi rumah tersebut untuk memberikan pengertian dan imbauan agar aktivitas di sana tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar,” tegas Ramdan.

Namun, kasus kemudian berujung tragis. Yuni Khomsiyah meregang nyawa setelah menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan Supriyadi.

Isak Tangis Sambut Jenazah Yuni

Sementara itu, duka menyelimuti keluarga Yuni Khomsiyah. Setelah dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RS Al Huda Gambiran, jenazah perempuan 29 tahun tersebut langsung dibawa menuju rumah duka di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.

Ambulans yang membawa jenazah tiba sekitar pukul 14.20. Tangis keluarga dan kerabat pecah ketika jasad Yuni tiba di rumah duka.

Perempuan tersebut meninggal secara tragis setelah diduga menjadi korban kekerasan suami sirinya sendiri.

Salah seorang kerabat korban, Catur Susiono, 45, mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Dia mengatakan keluarga tidak pernah menyangka Yuni harus meninggal dengan cara tragis.

Setelah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka, jenazah Yuni dimakamkan pada Minggu sore.

“Jenazah almarhumah dimakamkan di TPU setempat sekitar pukul 16.00,” pungkas Catur. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
penusukan Banyuwangi Yuni Khomsiyah Supriyadi Banyuwangi kasus Sempu Temuasri Banyuwangi