Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

MinyaKita Diduga Berbau Solar, Bulog Tarik 8.484 Liter dari Warga Jepara

Ali Sodiqin • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi Minyakita di pasaran. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi Minyakita di pasaran. (Dok. JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Dugaan kontaminasi pada minyak goreng bantuan pangan merek MinyaKita memicu langkah cepat Perum Bulog. Sebanyak 8.484 liter minyak goreng ditarik dari sejumlah desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, setelah muncul laporan produk mengeluarkan aroma menyerupai solar saat kemasan dibuka. Seluruh minyak yang ditarik akan dikembalikan kepada produsen untuk diganti dengan produk baru.

Penarikan dilakukan setelah warga di beberapa desa melaporkan adanya bau tidak biasa pada minyak goreng yang mereka terima melalui program bantuan pangan pemerintah.

Kepala Gudang Bulog Rengging 207 Pecangaan, Jepara, Hermawan Adiputranto, mengatakan minyak goreng yang ditarik merupakan produk MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah.

Meski laporan dugaan kontaminasi sudah diterima, hingga kini Bulog mengaku belum memperoleh penjelasan resmi dari produsen mengenai penyebab munculnya aroma tersebut.

"Secara resmi memang belum ada informasi mengenai penyebabnya. Namun, ketika kemasan dibuka, aromanya berbeda," ujar Hermawan, seperti dikutip Radar Pati, Kamis (2/7).

Berawal dari Laporan Warga di Pakis Aji

Laporan pertama diterima Bulog dari Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Dari wilayah tersebut terkumpul 379 kardus ditambah delapan liter minyak goreng yang dikembalikan warga.

Tak lama berselang, pengembalian juga datang dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, sebanyak 299 kardus dan empat liter minyak goreng.

Sementara itu, dari Desa Slagi tercatat sebanyak 28 kardus produk MinyaKita yang turut ditarik.

Seluruh minyak goreng tersebut langsung dikumpulkan oleh Bulog untuk selanjutnya dikembalikan kepada produsen.

Total Penarikan Capai 8.484 Liter

Hermawan menjelaskan, satu kardus berisi enam pouch atau setara 12 liter minyak goreng.

Dengan total 707 kardus ditambah 12 liter di luar kemasan kardus, jumlah keseluruhan minyak goreng yang ditarik mencapai 8.484 liter.

Sebagian minyak tersebut sebelumnya telah diterima masyarakat sebagai bagian dari program bantuan pangan pemerintah.

Namun setelah muncul laporan dugaan aroma menyerupai solar, Bulog segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan penarikan agar produk tidak lagi digunakan masyarakat.

Bulog Pastikan Diganti Produk Baru

Bulog menegaskan penarikan ini merupakan langkah antisipatif sekaligus bentuk perlindungan kepada masyarakat penerima bantuan pangan.

Setelah seluruh data pengembalian dari desa selesai direkap, laporan akan disampaikan kepada PT Kusuma Mukti Remaja sebagai produsen untuk proses penggantian.

Hermawan memastikan seluruh minyak goreng yang ditarik akan diganti dengan produk baru sehingga hak masyarakat sebagai penerima bantuan tetap terpenuhi.

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng sebagai alokasi selama dua bulan.

Warga Diminta Segera Melapor Jika Menemukan Kejanggalan

Bulog juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang masih menemukan minyak goreng dengan kondisi serupa untuk segera melapor melalui pemerintah desa.

Menurut Hermawan, setiap laporan akan langsung ditindaklanjuti agar proses penarikan dapat dilakukan secepat mungkin dan penggantian dari produsen tidak terlambat.

"Kalau ada masyarakat yang ingin mengembalikan, langsung diproses. Silakan melapor melalui perangkat desa, nanti kami tindaklanjuti," tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti dugaan aroma menyerupai solar pada MinyaKita produksi PT Kusuma Mukti Remaja masih menunggu penjelasan resmi dari produsen maupun hasil penelusuran lebih lanjut. Bulog memastikan proses penarikan terus berlangsung hingga seluruh produk yang dilaporkan bermasalah berhasil dikumpulkan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Bulog Jepara #bau solar #bantuan pangan #minyak goreng #MinyaKita