Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketua Gangster Brutality Banyuwangi Ditangkap, Pimpin Konvoi Bersajam Saat Mabuk Miras

Ali Sodiqin • Senin, 1 Juni 2026 | 05:11 WIB
MERESAHKAN: Ketua Gangster Brutality, MAR, 20, diamankan di Mapolresta Banyuwangi. (Ocky for Radar Banyuwangi)
MERESAHKAN: Ketua Gangster Brutality, MAR, 20, diamankan di Mapolresta Banyuwangi. (Ocky for Radar Banyuwangi)

Polisi Ringkus Pentolan Berusia 20 Tahun, Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Aksi Gangster dan Premanisme Jalanan

RADARBANYUWANGI.ID – Pelarian ketua kelompok gangster Brutality yang sempat membuat resah warga Banyuwangi akhirnya berakhir. Setelah memburu para pelaku yang terlibat konvoi membawa senjata tajam di jalan raya, aparat Polresta Banyuwangi melalui Polsek Rogojampi berhasil meringkus pentolan kelompok tersebut berinisial MAR, 20, warga Kecamatan Muncar.

Penangkapan ini menjadi perkembangan terbaru dari kasus konvoi gangster yang sempat menggemparkan masyarakat setelah sejumlah remaja membawa senjata tajam saat melintas di wilayah Kecamatan Blimbingsari pada dini hari. Dari hasil pemeriksaan polisi, MAR diketahui tidak hanya berperan sebagai pemimpin kelompok, tetapi juga melakukan aksinya dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.

Saat ini MAR telah ditahan di Mapolresta Banyuwangi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara sejumlah anggota lain yang sebelumnya diamankan mendapatkan penanganan khusus karena masih berstatus anak di bawah umur.

Kanit Reskrim Polsek Rogojampi Iptu Ocky Heru Prasetyo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, MAR merupakan sosok yang mengoordinasikan para anggota kelompok Brutality untuk melakukan konvoi menggunakan senjata tajam pada Senin (26/5) sekitar pukul 04.00.

Dalam aksi tersebut, kelompok remaja itu berkeliling jalan raya sambil membawa senjata tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Ketua gangster Brutality yang mengajak teman-temannya konvoi di jalan raya itu berhasil kami amankan. Dari hasil pemeriksaan pelaku dalam keadaan terpengaruh miras dan membawa sajam,” ujar Ocky.

Menurutnya, keberadaan kelompok tersebut sempat menimbulkan keresahan karena aksi mereka dilakukan pada waktu dini hari ketika aktivitas masyarakat masih relatif sepi.

Polisi menilai tindakan membawa senjata tajam di ruang publik, terlebih dilakukan secara berkelompok, berpotensi memicu tindak kekerasan maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ocky menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi kelompok mana pun yang melakukan aksi anarkis atau mengancam keselamatan warga.

“Sekali lagi kami mengimbau kepada siapa pun untuk tidak berbuat anarkis lagi di ruang publik. Terlebih jika membahayakan keselamatan masyarakat. Maka kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.

Selain menahan MAR, polisi juga terus melengkapi berkas penyidikan terhadap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan memberikan peringatan keras kepada seluruh kelompok motor, komunitas, maupun geng jalanan yang berpotensi melakukan tindakan kriminalitas di wilayah Banyuwangi.

Menurutnya, aparat tidak akan mentoleransi segala bentuk aksi yang mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat.

“Kami, Polresta Banyuwangi, tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi kelompok, komunitas, atau gank motor apa pun yang mencoba mengganggu ketenangan masyarakat dengan aksi premanisme jalanan,” tegas Rofiq.

Kapolresta menyoroti bahaya membawa senjata tajam seperti celurit maupun pedang di ruang publik. Apalagi tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi dipengaruhi alkohol dan dibungkus dengan dalih solidaritas kelompok.

Menurutnya, perilaku semacam itu merupakan tindak pidana serius yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa orang lain.

“Membawa senjata tajam seperti celurit dan pedang di ruang publik dengan dalih solidaritas kelompok, terlebih di bawah pengaruh minuman keras, adalah tindakan pidana serius yang mengancam keselamatan nyawa orang lain,” katanya.

Rofiq menegaskan bahwa Banyuwangi harus tetap menjadi daerah yang aman dan kondusif. Karena itu, aparat akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menciptakan gangguan keamanan.

“Ini peringatan keras dari kami. Jangan coba-coba mengganggu kondusivitas Bumi Blambangan, atau seragam tahanan yang akan menanti kalian,” tegasnya.

Saat ini Unit Reskrim Polsek Rogojampi dengan dukungan Satreskrim Polresta Banyuwangi masih melengkapi administrasi penyidikan untuk proses pelimpahan perkara ke kejaksaan.

Polisi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Rogojampi dan Blimbingsari telah kembali terkendali pasca-penindakan kelompok tersebut.

“Situasi kamtibmas di wilayah Blimbingsari dan Rogojampi dipastikan kembali aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolresta.

Berawal dari Laporan Warga

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam gangster Brutality. Kelompok tersebut diketahui melakukan konvoi pada Senin (26/5) dini hari sambil membawa senjata tajam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Rogojampi melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan tiga remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Masing-masing berinisial MAR, 17, warga Desa Tembokrejo, NAS, 16, warga Desa Tembokrejo, serta JMA, 15, warga Desa Kedungrejo.

Dari pengembangan penyelidikan itulah polisi kemudian berhasil mengidentifikasi dan menangkap MAR, 20, yang diduga sebagai ketua sekaligus penggerak utama kelompok Brutality.

Penangkapan tersebut menjadi bagian dari upaya aparat menjaga Banyuwangi tetap aman dari ancaman kriminalitas jalanan yang melibatkan kelompok remaja dan gangster. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Gangster Brutality Banyuwangi #ketua gangster ditangkap #konvoi senjata tajam Banyuwangi #kriminalitas jalanan Banyuwangi #polsek rogojampi