RADARBANYUWANGI.ID – Pedagang Pasar Genteng 1 Banyuwangi dibuat resah setelah serangkaian aksi pencurian menghantam sejumlah rumah toko (ruko) dalam beberapa hari terakhir. Pelaku diduga menyasar bahan kebutuhan dapur bernilai tinggi yang kini harganya tengah melonjak di pasaran.
Aksi pencurian yang terjadi di salah satu pasar tradisional terbesar di Banyuwangi itu kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Unit Reskrim Polsek Genteng tengah memburu pelaku yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat melancarkan aksinya.
Salah satu korban pencurian adalah Sumini, 50, pedagang rempah dan kebutuhan dapur di Pasar Genteng 1, Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng. Ia mengaku mengalami kerugian cukup besar setelah sejumlah komoditas dagangannya raib digondol maling.
“Pencurian di toko saya terjadi Senin (18/5),” ujarnya kemarin (19/5).
Menurut Sumini, pelaku tidak mencuri sembarang barang. Maling justru menggasak komoditas yang saat ini memiliki nilai jual tinggi seperti merica, biji pala, hingga kopi.
Akibat kejadian tersebut, ia mengalami kerugian mencapai Rp 7,9 juta. Jumlah itu berasal dari hilangnya puluhan kilogram bahan dagangan yang disimpan di dalam rukonya.
“Harganya sekarang mahal semua. Yang dicuri itu 40 kilogram merica, tujuh kilogram pala, dan 15 kilogram kopi,” tuturnya.
Maraknya pencurian di lingkungan pasar membuat pedagang lain mulai diliputi kekhawatiran. Sebab, aksi serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Modus pelaku diduga selalu sama, yakni merusak pintu kayu dan gembok ruko saat kondisi pasar sepi.
Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi membenarkan adanya laporan pencurian di kawasan Pasar Genteng 1 tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku.
“Menurut informasi para pedagang, pencurian ini sudah terjadi beberapa kali. Modusnya dengan merusak pintu kayu ruko di pasar,” katanya.
Meski sejumlah pedagang mengaku menjadi korban, hingga kini baru Sumini yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng.
Usai menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi dan korban. Petugas juga mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bekas kerusakan pada bagian pintu ruko yang diduga menjadi jalur masuk pelaku saat beraksi.
“Ada tiga gembok yang dirusak. Selain itu, tiga engsel pintu juga dirusak pelaku,” jelas Sujarwadi.
Tidak hanya itu, polisi kini juga mengamankan rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku saat menjalankan aksinya di area pasar. Rekaman tersebut tengah dipelajari untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.
“Kami sedang menganalisis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” pungkasnya.
Kasus pencurian tersebut menjadi alarm bagi para pedagang pasar tradisional agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menyimpan barang dagangan bernilai tinggi di dalam ruko. Polisi juga mengimbau pedagang segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan pasar. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin