RADARBANYUWANGI.ID – Satreskrim Polresta Banyuwangi bergerak cepat memburu pelaku pecah kaca mobil Fortuner yang menggasak uang tunai Rp 300 juta di kawasan Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Senin (18/5).
Penyidik kini telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi kedua pelaku saat menjalankan pencurian dengan pemberatan tersebut. Polisi memastikan identitas pelaku sedang dalam proses pendalaman dan pengejaran intensif.
Kapolresta Banyuwangi, Rofiq Ripto Himawan, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku untuk lolos dari jerat hukum.
“Kita imbau pelaku menyerahkan diri atau kita akan kejar ke manapun pergi,” tegasnya.
Kasus tersebut menimpa perempuan berinisial FS, 21, warga Kecamatan Wongsorejo. Korban kehilangan uang tunai sekitar Rp 300 juta setelah kaca mobil Toyota Fortuner warna hitam yang dikendarainya dipecah dua pria tak dikenal.
Aksi kriminal itu terjadi di pinggir Jalan KH Harun, tepat di sebelah timur Hotel Peni, Kelurahan Tukangkayu, saat korban memarkir kendaraan untuk membeli makanan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna putih. Kedua pelaku mengenakan jaket dan bergerak cepat saat menjalankan aksinya.
Usai berhasil mengambil tas berisi uang tunai dari dalam mobil, pelaku langsung melarikan diri ke arah barat. Dalam rekaman tersebut, helm milik pelaku yang duduk di belakang bahkan sempat terjatuh ketika hendak kabur dari lokasi.
Kapolresta Rofiq mengatakan, penyidik saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan mendalam, termasuk menganalisis rekaman CCTV, memeriksa saksi, dan menelusuri kemungkinan pelaku sudah membuntuti korban sejak keluar dari bank.
Menurut dia, setiap tindak kriminal pasti meninggalkan jejak yang dapat ditelusuri aparat penegak hukum.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, tidak ada kejahatan yang tidak meninggalkan jejak. Makanya kita akan menangkap para pelaku,” katanya.
Polisi juga mendalami pola aksi pelaku yang diduga sudah mengincar korban sejak mengambil uang dari bank. Sebab, uang ratusan juta rupiah yang dibawa korban diketahui baru saja diambil sebelum kejadian berlangsung.
Korban diketahui memarkir mobil dengan tas berisi uang masih berada di dalam kendaraan. Tidak lama setelah itu, terdengar suara kaca pecah dan uang dalam mobil sudah raib dibawa kabur pelaku.
Atas kejadian tersebut, polisi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa uang dalam jumlah besar.
Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa masyarakat dapat meminta pengawalan polisi secara gratis saat melakukan transaksi atau mengambil uang dalam nominal besar di bank.
Menurut dia, layanan pengawalan tersebut merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Polisi sebagai abdi negara bertugas memastikan masyarakat aman. Kita juga bertugas melakukan pengamanan dan pengawalan,” tegasnya.
Hingga tadi malam, korban masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk melengkapi keterangan terkait kasus tersebut.
Kasus pecah kaca mobil dengan sasaran uang tunai dalam jumlah besar sendiri beberapa kali terjadi di berbagai daerah. Modus yang digunakan umumnya dengan membuntuti korban setelah keluar dari bank sebelum akhirnya beraksi saat korban lengah.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan meskipun hanya sebentar serta segera melapor ke aparat apabila membutuhkan pengamanan khusus saat membawa uang dalam jumlah besar. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin