Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Dibegal, Wanita Bondowoso Pemilik Honda PCX Ternyata Jadi Korban Tipu Rayuan Pria Kenalan TikTok

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 29 April 2026 | 12:00 WIB
MEMBELAKANGI KAMERA: S, 33, warga Desa Jetis, Kecamatan Besuki, diringkus anggota Resmob Polres Situbondo, (28/4). (Humaidi/Radar Situbondo)
MEMBELAKANGI KAMERA: S, 33, warga Desa Jetis, Kecamatan Besuki, diringkus anggota Resmob Polres Situbondo, (28/4). (Humaidi/Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID - Kabar dugaan begal di Jalan Tembus Baru, Kecamatan Panarukan, Situbondo, yang sempat viral di media sosial akhirnya dipastikan keliru. 

Fakta sebenarnya justru jauh berbeda: seorang wanita asal Bondowoso menjadi korban penipuan berkedok pertemanan di TikTok yang berujung hilangnya sepeda motor Honda PCX.

Korban diketahui bernama Erna (38), warga Kecamatan Prajekan, Bondowoso. Ia bukan dibegal di jalan, melainkan diduga menjadi korban bujuk rayu seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial.

Pelaku berinisial SA (33), warga Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo. Dalam aksinya, SA menggunakan identitas palsu dengan nama “Alfan” dan mengaku berasal dari Kecamatan Banyuputih.

Kasus ini bermula dari interaksi di aplikasi TikTok. Lewat pesan langsung (DM), pelaku melancarkan pendekatan dengan gaya rayuan yang cukup halus. Salah satu modus yang digunakan adalah menyamakan wajah korban dengan mendiang istrinya.

“Pelaku berkenalan dengan korban melalui aplikasi TikTok. Dia menyamar menggunakan nama Alfan. Pelaku kemudian merayu korban melalui DM dan mengatakan wajah korban mirip dengan almarhum istrinya,” ungkap AKP Agung.

Komunikasi yang awalnya sebatas pesan di TikTok kemudian berlanjut ke WhatsApp. Dari situ, keduanya sepakat untuk bertemu langsung di kawasan Alun-alun Situbondo.

Pada malam pertemuan, Erna datang bersama anaknya yang masih berusia PAUD. Ia mengendarai Honda PCX yang baru saja lunas kredit. Pertemuan berlangsung santai di area Pujasera, hingga kemudian SA menawarkan untuk mengantar korban pulang.

Tanpa rasa curiga, Erna menerima tawaran tersebut. Ia bahkan duduk di belakang sambil memangku anaknya, sementara SA mengendarai sepeda motor milik korban.

Namun situasi berubah drastis saat melintas di ruas jalan sepi di kawasan Jalan Tembus Baru. Pelaku tiba-tiba menepikan motor dengan alasan hendak buang air kecil.

Saat korban dan anaknya turun, kesempatan itu langsung dimanfaatkan pelaku. SA kemudian membawa kabur sepeda motor Honda PCX milik korban dengan cepat.

“Begitu korban turun, pelaku langsung tancap gas membawa kabur motor. Korban sempat mencoba menghubungi, namun nomor sudah tidak aktif,” jelas AKP Agung.

Merasa menjadi korban penipuan, Erna kemudian melapor ke Mapolres Situbondo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya.

Dari tangan SA, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel Oppo dan sepeda motor Honda PCX warna merah milik korban.

“Pelaku sudah diamankan bersama barang bukti. Saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” tambah AKP Agung.

Atas perbuatannya, SA dijerat Pasal 492 dan 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penipuan dan penggelapan dengan modus tipu muslihat.

Polisi juga menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di media sosial mengenai aksi begal di Jalan Tembus Situbondo tidak benar.

“Perlu kami luruskan, ini bukan kasus begal. Tidak ada kekerasan, senjata, atau ancaman. Ini murni penipuan dan penggelapan dengan modus perkenalan di media sosial,” tegas AKP Agung.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap interaksi di media sosial, terutama yang berpotensi mengarah pada pertemuan langsung dengan orang yang belum dikenal secara jelas. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#penipuan TikTok Situbondo #wanita Bondowoso kehilangan motor PCX #modus cinta media sosial #kasus penggelapan motor Situbondo #pelaku pura-pura jadi Alfan