RADARBANYUWANGI.ID – Tragedi memilukan yang mengguncang warga Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, berakhir dengan duka mendalam.
Pasangan suami istri yang terlibat dalam aksi bakar diri itu akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang sama.
Peristiwa tragis tersebut tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan trauma bagi warga sekitar yang menyaksikan dampaknya.
Kedua korban, Nur Hasanah (56) dan suaminya Sularni (63), mengembuskan napas terakhir dalam selang waktu berbeda setelah mengalami luka bakar serius.
Hasanah Meninggal Lebih Dulu, Dimakamkan Malam Hari
Nur Hasanah lebih dulu meninggal dunia pada Sabtu malam (25/4) di RSUD Genteng. Setelah dinyatakan wafat, jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada malam yang sama di TPU Wringinrejo.
Suasana haru menyelimuti proses pemakaman. Kerabat dan warga berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban yang dikenal sebagai pribadi ramah di lingkungan tersebut.
Sularni Menyusul, Luka Bakar Parah Tak Tertolong
Sehari berselang, Sularni menyusul istrinya. Ia meninggal dunia pada Minggu sore (26/4) sekitar pukul 16.30 setelah kondisi kesehatannya terus menurun akibat luka bakar serius yang dideritanya.
Pihak keluarga segera menjemput jenazah dari RSUD Genteng menggunakan ambulans desa. Setelah proses perawatan jenazah, tubuh Sularni dibawa ke rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan pada Minggu malam sekitar pukul 20.30.
Kepala Desa Wringinrejo, Muadim, menyampaikan bahwa lokasi pemakaman tidak jauh dari rumah korban, hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter.
“Setelah dari rumah duka, jenazah langsung dimakamkan di TPU Wringinrejo,” ujarnya.
Dimakamkan Berdekatan, Warga Masih Syok
Kedua jenazah dimakamkan di TPU yang sama, bahkan dalam jarak yang relatif dekat. Hal ini menambah suasana pilu bagi keluarga dan warga yang masih sulit menerima kejadian tragis tersebut.
Sejumlah warga mengaku masih syok dengan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dan berujung maut itu. Tidak sedikit yang datang ke pemakaman untuk mendoakan kedua korban.
Kronologi Tragis: Suami Siram Bensin, Lalu Bakar Diri
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden ini bermula dari aksi nekat Sularni pada Jumat dini hari (24/4). Ia diduga menyiramkan bensin ke tubuh istrinya sebelum menyulut api.
Setelah membakar istrinya, pelaku kemudian melakukan tindakan serupa terhadap dirinya sendiri. Keduanya mengalami luka bakar parah dan sempat dirawat intensif di RSUD Genteng sebelum akhirnya meninggal dunia.
Duka Mendalam dan Pelajaran Penting
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang dampak fatal konflik dalam rumah tangga yang tidak terselesaikan. Selain menyisakan duka, tragedi ini juga memicu keprihatinan luas terkait pentingnya penanganan masalah keluarga secara bijak dan tepat.
Hingga kini, warga Wringinrejo masih diliputi suasana berkabung, mengenang dua nyawa yang pergi dalam cara yang tragis dan meninggalkan luka mendalam bagi lingkungan sekitar. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin