Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Spesialis Pencuri Meteran Air Dibekuk, Beraksi di 5 Kecamatan Banyuwangi, Tembaga Dijual Online

Bagus Rio Rohman • Kamis, 23 April 2026 | 05:15 WIB
TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi didampingi Kapolsek Banyuwangi dan Dirut PUDAM Abd Rahman merilis pelaku pencurian dan barang bukti meteran air di Mapolsek Banyuwangi, Rabu (22/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TUNJUKKAN BARANG BUKTI: Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi didampingi Kapolsek Banyuwangi dan Dirut PUDAM Abd Rahman merilis pelaku pencurian dan barang bukti meteran air di Mapolsek Banyuwangi, Rabu (22/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aksi pencurian meteran air yang meresahkan warga akhirnya terbongkar. Seorang pria berinisial PAP, 29, dibekuk polisi setelah diketahui menjadi spesialis pencuri meteran air milik pelanggan PUDAM Banyuwangi. Pelaku tercatat telah beraksi lintas wilayah di lima kecamatan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Penangkapan pelaku diungkap dalam rilis kasus di Mapolsek Banyuwangi, Rabu (22/4). Dari tangan tersangka, polisi menyita puluhan barang bukti, mulai dari meteran air hingga alat yang digunakan untuk membongkar.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Lanang Teguh Pambudi mengungkapkan, motif pelaku dilatarbelakangi faktor ekonomi. PAP diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga nekat menjalankan aksi pencurian berulang.

“Pelaku mengambil meteran air untuk dijual, baik dalam kondisi utuh maupun setelah dibongkar untuk diambil tembaganya,” ujarnya.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 25 unit meteran air yang sudah dibongkar, lima unit meteran utuh, satu kunci Inggris, satu palu, serta satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

Incar Rumah Kosong, Aksi Berulang

Hasil penyelidikan menunjukkan, pelaku memiliki pola operasi yang terstruktur. Ia mengincar rumah kosong atau lokasi minim pengawasan, kemudian mencopot meteran air yang terpasang di luar bangunan.

Aksi pertama terdeteksi pada 7 April di Perumahan Adimas Sobo, Kelurahan Sobo. Pelaku kemudian melanjutkan aksinya di berbagai lokasi, termasuk Perumahan Pantai Mentari, Kelurahan Kertosari.

Bahkan, pelaku sempat kembali ke lokasi yang sama pada 17 April. Namun, aksinya kali ini berujung apes. Warga memergoki saat pelaku tengah membongkar meteran air dan langsung mengamankannya sebelum diserahkan ke polisi.

“Pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor, mencari target rumah sepi, lalu langsung mencopot meteran air,” jelas Lanang.

Jejak Kejahatan di Lima Kecamatan

Dari hasil pemeriksaan, pelaku tidak hanya beraksi di wilayah kota Banyuwangi. Ia juga melakukan pencurian di sejumlah kecamatan lain dengan total lokasi yang tersebar.

“Pelaku mengaku beraksi di Rogojampi delapan lokasi, Kabat satu lokasi, Kalipuro dua lokasi, Giri satu lokasi, dan Genteng satu lokasi,” paparnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dengan modus serupa. Sebab, jumlah meteran yang hilang di lapangan diduga lebih banyak dari yang diakui tersangka.

Atas perbuatannya, PAP dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Kerugian Puluhan Juta, PUDAM Buka Suara

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abd Rahman mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menyebut, sejak pelaku ditangkap, laporan kehilangan meteran air mulai mereda.

“Kami berterima kasih kepada Polresta Banyuwangi. Penanganan cepat ini sangat membantu,” ujarnya.

Menurutnya, sejak April, tercatat sekitar 160 meteran air dilaporkan hilang oleh pelanggan. Namun, tidak semua korban melapor karena sebagian memilih langsung mengganti perangkat secara mandiri.

“Meteran memang milik PUDAM, tetapi menjadi tanggung jawab konsumen. Karena itu, penting bagi warga untuk segera melapor jika terjadi kehilangan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aset yang berada di luar rumah. Polisi juga mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kriminal Banyuwangi #pencuri meteran air Banyuwangi #curat Banyuwangi #jual tembaga online #PUDAM Banyuwangi