Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polisi Susur Sungai Dam Serut, Buru Pelaku Pembuang Bayi di Genteng Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Kamis, 23 April 2026 | 05:04 WIB
TKP: Anggota Polsek Genteng memasang garis polisi di sekitar TKP pembuangan bayi di Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
TKP: Anggota Polsek Genteng memasang garis polisi di sekitar TKP pembuangan bayi di Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Perburuan pelaku pembuangan bayi di wilayah Kecamatan Genteng Banyuwangi terus dikebut.

Polisi menyisir aliran Sungai Dam Serut, menelusuri kemungkinan jejak pelaku yang membuang bayi laki-laki hingga jasadnya ditemukan di saluran air Dusun Krajan 1, Desa Kembiritan, Genteng, Banyuwangi.

Langkah cepat dilakukan sejak Selasa malam (21/4), tak lama setelah penemuan jasad bayi yang menggegerkan warga.

Aparat dari Unit Reskrim Polsek Genteng bersama Tim Resmob Polresta Banyuwangi langsung mengamankan lokasi dengan garis polisi di sekitar titik penemuan.

Kanitreskrim Polsek Genteng Ipda Sujarwadi mengungkapkan, fokus penyelidikan kini mengarah pada penelusuran aliran sungai dari hilir ke hulu.

Polisi berharap bisa menemukan petunjuk penting yang mengarah pada pelaku.

“Penyisiran dilakukan di sepanjang Sungai Dam Serut, mulai dari lokasi penemuan hingga ke arah hulu. Tujuannya untuk mencari jejak pelaku,” ujarnya.

Selain menyisir sungai, polisi juga melakukan pemetaan akses menuju lokasi.

Namun, medan yang didominasi area persawahan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam upaya mencari rekaman kamera pengawas.

“CCTV masih kami telusuri, tapi cukup sulit karena akses ke sungai melalui jalan persawahan,” jelas Sujarwadi.

Sejauh ini, sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan, termasuk pemancing yang pertama kali menemukan jasad bayi tersebut.

Polisi juga menggali informasi dari perangkat desa guna memetakan kemungkinan keterkaitan dengan warga sekitar.

Tak berhenti di situ, penyidik turut mengumpulkan data ibu hamil dan catatan persalinan dari tiga desa, yakni Desa Kembiritan, Desa Gentengkulon, dan Desa Gentengwetan.

Data tersebut diperoleh dari fasilitas kesehatan setempat sebagai bagian dari upaya identifikasi.

“Data dari puskesmas sudah kami kumpulkan. Kami juga sudah mengambil sampel DNA bayi untuk kepentingan penyelidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Banyuwangi memperkuat penyelidikan dengan serangkaian langkah lanjutan, termasuk otopsi terhadap jenazah bayi.

Hasil awal menunjukkan bahwa bayi tersebut baru saja dilahirkan dan diduga tanpa bantuan tenaga medis.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi menyebut, kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa bayi dibuang tidak lama setelah proses kelahiran.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Jenazah bayi juga sudah diautopsi untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.

Menurut Lanang, penyisiran sungai juga bertujuan mengidentifikasi kemungkinan lokasi awal pembuangan, sekaligus mempersempit pencarian terhadap ibu biologis bayi tersebut.

Meski sejumlah indikasi mulai mengerucut, polisi belum dapat memastikan identitas pelaku.

Proses penyelidikan masih terus berjalan dengan mengumpulkan alat bukti tambahan.

“Kami belum bisa menyimpulkan. Penyelidikan terus kami lakukan hingga pelaku terungkap,” tegasnya.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengungkapan kasus ini.

Warga diminta segera melapor jika mengetahui adanya perempuan yang baru melahirkan dalam kondisi mencurigakan.

“Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat. Kerja sama ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Lanang.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Banyuwangi, mengingat dampak sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan.

Polisi memastikan, upaya pengungkapan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil ditemukan. (sas/rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#pembuangan bayi Banyuwangi #Sungai Dam Serut #bayi ditemukan Genteng #polisi susur sungai #kasus bayi Banyuwangi