Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hoaks Kebakaran Bikin Damkarmat Banyuwangi Geram, Verifikasi Diperketat: Pelapor Wajib Kirim Live Location

Bagus Rio Rohman • Senin, 20 April 2026 | 09:00 WIB
BERJIBAKU: Petugas Damkarmat menyemprotkan air ke titik api yang membakar gudang perabotan rumah tangga di Jalan Ikan Windu, Kelurahan Tukangkayu, pertengahan November 2025 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERJIBAKU: Petugas Damkarmat menyemprotkan air ke titik api yang membakar gudang perabotan rumah tangga di Jalan Ikan Windu, Kelurahan Tukangkayu, pertengahan November 2025 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aksi iseng berbalut hoaks mulai mengganggu layanan darurat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi dibuat geram setelah menerima laporan kebakaran palsu. Dampaknya tidak main-main: potensi salah gerak personel hingga terancamnya penanganan kejadian nyata.

Insiden itu bermula saat petugas menerima laporan melalui call center Damkarmat terkait kebakaran di wilayah Kecamatan Kalipuro. Namun, sejak awal, laporan tersebut sudah menimbulkan kecurigaan.

Baca Juga: CPNS 2026 Dibuka Agustus? Ini Formasi 160 Ribu yang Disiapkan, Pelamar Diminta Bersiap

Pelapor memberikan keterangan yang berubah-ubah dan tidak konsisten. Saat diminta mengirim titik lokasi melalui fitur live location WhatsApp, pelapor justru diduga hanya menyalin lokasi dari peta digital. Tidak berhenti di situ, foto kebakaran yang dilampirkan pun terbukti palsu.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar tersebut merupakan dokumentasi lama kebakaran di Purwodadi pada tahun 2025.

“Sejak awal kami sudah curiga karena informasi yang disampaikan pelapor tidak jelas dan berubah-ubah. Kami minta share lokasi langsung serta dokumentasi kejadian,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono melalui Humas Damkarmat, Muhammad Kadhafi.

Jejak Nomor Mencurigakan

Kecurigaan petugas semakin menguat setelah dilakukan pelacakan nomor pelapor menggunakan aplikasi GetContact. Hasilnya, nomor tersebut terdeteksi memiliki label yang mengarah pada pinjaman online ilegal.

Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Terancam Dipangkas? Pemerintah Masih Hitung Beban Energi dan Opsi Efisiensi

Temuan ini mempertegas bahwa laporan tersebut bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan indikasi kuat tindakan hoaks yang disengaja.

“Nomor itu terdeteksi dengan label pinjol ilegal. Ini makin menguatkan dugaan bahwa laporan tersebut tidak bisa dipercaya,” tambah Kadhafi.

Bukan Kasus Pertama

Fenomena laporan palsu ternyata bukan hal baru bagi Damkarmat Banyuwangi. Sepanjang 2025, instansi tersebut setidaknya telah menerima dua laporan serupa, yakni laporan evakuasi ular yang berujung prank.

Petugas yang sudah terlanjur datang ke lokasi harus gigit jari karena tidak menemukan kejadian yang dilaporkan.

“Pada tahun 2025 kami juga pernah menerima laporan palsu evakuasi ular. Setelah didatangi ternyata hanya prank,” ungkapnya.

Prosedur Diperketat, Pelapor Wajib Valid

Belajar dari serangkaian kejadian tersebut, Damkarmat Banyuwangi kini mengambil langkah tegas. Prosedur verifikasi laporan diperketat sebelum personel diterjunkan ke lapangan.

Setiap pelapor kini diwajibkan mengirimkan lokasi terkini (live location) serta bukti visual berupa foto atau video secara real time. Langkah ini dilakukan untuk memastikan laporan benar-benar valid dan bukan informasi bohong.

Baca Juga: Update Harga Emas 19 April 2026: Antam Tembus Rp3 Juta, Perhiasan Mulai Bergerak—Pasar Masuk Fase Kritis?

“Ini penting agar petugas tidak salah bergerak. Setiap laporan menyangkut kesiapan personel dan peralatan,” tegas Kadhafi.

Risiko Fatal: Nyawa Bisa Jadi Taruhan

Di balik aksi iseng yang dianggap sepele, tersimpan risiko besar. Laporan palsu berpotensi menghambat respons terhadap kejadian nyata yang membutuhkan penanganan cepat.

Jika petugas terlanjur bergerak ke lokasi fiktif, bukan tidak mungkin kejadian kebakaran atau kondisi darurat lain di tempat berbeda justru terabaikan.

Damkarmat pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan darurat. Call center bukan ruang eksperimen atau bahan candaan.

“Kalau petugas bergerak untuk laporan palsu, bisa saja di saat yang sama ada kejadian nyata yang membutuhkan pertolongan. Kami harap masyarakat bijak,” pungkasnya.


Fenomena hoaks layanan darurat ini menjadi alarm serius. Di tengah tuntutan respon cepat, akurasi informasi menjadi kunci. Tanpa itu, bukan hanya waktu dan tenaga yang terbuang—tetapi juga potensi keselamatan yang dipertaruhkan. (rio/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#laporan palsu kebakaran #hoaks darurat #verifikasi laporan #call center pemadam #Damkarmat Banyuwangi