RADARBANYUWANGI.ID – Aksi pencurian meteran air yang meresahkan ratusan pelanggan akhirnya terbongkar.
Seorang pria berinisial PAP, 29, ditangkap saat beraksi dengan modus menyamar sebagai petugas PUDAM. Ironisnya, pelaku sempat berdalih tengah memperbaiki instalasi bocor ketika kepergok di lokasi kejadian.
Penangkapan dramatis itu terjadi Jumat sore (17/4) di Perumahan Pantai Mentari, Kelurahan Kertosari.
Pelaku dipergoki langsung oleh Prasetyo, 38, petugas bagian meter segel PUDAM Banyuwangi yang selama ini memburu pelaku misterius tersebut.
Tertangkap Tangan Saat Beraksi
Kejadian bermula ketika Prasetyo mengecek sebuah rumah kosong yang dititipkan kepadanya. Setelah memastikan kondisi rumah aman, ia hendak meninggalkan lokasi. Namun, suara mencurigakan dari bagian belakang rumah membuatnya berhenti.
Tanpa pikir panjang, ia langsung berlari ke sumber suara. Di situlah ia memergoki seorang pria tengah mencopot meteran air.
“Waktu saya temukan, meterannya sudah dilepas. Tangannya masih pegang kunci Inggris,” ujar Prasetyo.
Detik itu juga, ia sadar pria di hadapannya adalah sosok yang selama ini diburu. Dengan nada tinggi, ia langsung meneriaki pelaku agar berhenti.
Modus Mengaku Petugas
Alih-alih menyerah, pelaku justru berusaha mengelabui dengan mengaku sebagai petugas resmi yang ditugaskan memperbaiki kebocoran.
Baca Juga: Senam Massal ASN Situbondo Bareng Kepala BKN, Dilanjut Tanam Pohon di Alun-Alun Kota Santri
Namun, alasan itu langsung terbantahkan. Prasetyo yang sudah hafal pola kerja di lapangan mencium kejanggalan.
Ia kemudian mendesak pelaku untuk menghubungi atasannya. Tapi, nomor yang disebutkan tidak aktif. Saat Prasetyo menunjukkan kartu identitas resmi PUDAM, pelaku tak lagi berkutik.
“Dia bilang disuruh atasan, tapi waktu saya suruh telepon, nomornya tidak aktif. Begitu saya tunjukkan ID card, dia langsung diam,” tegasnya.
Diburu Berbulan-bulan
Penangkapan ini menjadi klimaks dari pencarian panjang. Selama berbulan-bulan, Prasetyo bersama tim harus bekerja ekstra akibat maraknya kehilangan meteran air.
Dampaknya bukan hanya pada perusahaan, tapi juga pelanggan yang harus mengganti meteran dengan biaya sendiri.
Baca Juga: JK Meradang Dituduh Lawan Jokowi: “Saya yang Bawa dari Solo ke Istana!”
“Yang kasihan itu pelanggan. Mereka harus beli meteran baru karena dicuri,” ungkapnya.
Sejak Ramadan lalu, Prasetyo bahkan rutin berkeliling memantau rumah-rumah kosong, berharap bisa menemukan pelaku.
“Jujur saya sampai berdoa supaya bisa ketemu. Karena yang dirugikan banyak,” imbuhnya.
Barang Bukti Menumpuk di Tas
Setelah memastikan pelaku tak bisa kabur, Prasetyo memeriksa tas yang dibawa PAP. Hasilnya, sejumlah meteran air dan alat pertukangan ditemukan di dalamnya.
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa pelaku telah beraksi berulang kali di berbagai lokasi.
Untuk menghindari amarah warga dan memastikan pelaku tidak melarikan diri, Prasetyo segera menghubungi rekan-rekannya sesama teknisi melalui grup WhatsApp.
Tak lama berselang, sejumlah petugas datang ke lokasi.
Diborgol dengan Milik Almarhum Ayah
Dalam kondisi terdesak, Prasetyo mengambil langkah tak biasa. Ia menggunakan borgol milik almarhum ayahnya untuk mengamankan pelaku.
Langkah itu diambil sebagai tindakan cepat sebelum aparat kepolisian tiba.
“Kami langsung telepon teman-teman dan juga Polsek Banyuwangi. Supaya segera ditangani,” katanya.
Polisi Dalami Jaringan
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Dugaan sementara, pelaku tidak bekerja sendirian mengingat banyaknya meteran yang telah hilang di berbagai kecamatan.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan atau penadah di balik aksi pencurian tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mengaku petugas resmi tanpa identitas jelas.
Sementara itu, pihak PUDAM diharapkan meningkatkan sistem pengawasan dan edukasi kepada pelanggan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Aksi nekat PAP bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga menyasar langsung masyarakat. Fakta bahwa pelaku berani menyamar sebagai petugas resmi menjadi alarm keras atas celah keamanan yang masih bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin