RADARBANYUWANGI.ID – Gelombang pencurian meteran air di Banyuwangi memasuki fase mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari satu bulan, sedikitnya 136 unit meteran milik pelanggan raib digondol maling.
Skala dan pola aksinya memicu dugaan kuat: ini bukan kejahatan biasa, melainkan aksi terorganisir dengan pelaku yang paham teknis perpipaan.
Data PUDAM Banyuwangi mencatat, sejak awal April kasus kehilangan melonjak tajam dan terjadi hampir merata di berbagai wilayah. Banyuwangi kota menjadi titik paling parah dengan 79 kasus, disusul Rogojampi 24 kasus, dan Kecamatan Genteng sebanyak 33 kasus.
Baca Juga: KPK Periksa Eks Direktur LLAKA Danto Restyawan, Dalami Dugaan Fee Proyek Rel Kereta Api
“Ini fenomenal. Kejadiannya sporadis, tapi polanya mirip dan diduga pelakunya sama,” ujar Kepala Bagian Pelayanan Konsumen PUDAM, Ida Hadiyanti.
Modus Rapi, Warga Terkecoh
Yang membuat kasus ini semakin meresahkan, pelaku beraksi dengan sangat rapi. Proses pencopotan meteran dilakukan tanpa merusak instalasi secara kasar, sehingga kerap disangka sebagai pekerjaan petugas resmi.
Direktur Teknik PUDAM, Waris Paksono, menyebut pelaku memiliki keahlian khusus di bidang plumbing.
Baca Juga: Harga BBM Melonjak Drastis, Pertamax Turbo hingga Dex Tembus Rekor Baru
“Pelaku cukup ahli. Bahkan dari rekaman CCTV, aksinya terlihat seperti pekerjaan teknisi,” ungkapnya.
PUDAM telah mengantongi setidaknya empat rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian. Namun, untuk proses hukum lebih lanjut, laporan resmi tetap harus diajukan oleh pelanggan sebagai pemilik sambungan.
Sasar Rumah Kosong dan Ruko
Dari hasil analisis sementara, target utama pelaku adalah rumah kosong dan ruko yang minim pengawasan, terutama pada malam hari. Pola ini identik dengan kasus serupa yang sebelumnya terjadi di kota lain.
PUDAM bahkan telah melakukan studi banding ke Malang, yang lebih dulu mengalami kasus serupa sebelum Idul Fitri. Hasilnya, aksi pencurian di sana berhenti setelah satu pelaku berhasil ditangkap.
“Dari pengalaman di Malang, kemungkinan pelakunya satu orang. Di Banyuwangi juga mengarah ke sana dari pola CCTV,” tambah Waris.
PUDAM: Siap Dampingi Pelanggan
Direktur PUDAM Banyuwangi, Abd Rahman, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Selain melakukan koordinasi dengan kepolisian, PUDAM juga siap mendampingi pelanggan yang menjadi korban untuk membuat laporan resmi.
Secara teknis, meteran air merupakan aset milik PUDAM, namun penggunaannya menjadi tanggung jawab pelanggan. Karena itu, pelaporan menjadi kunci untuk mempercepat penanganan hukum.
“Kami siap mendampingi pelanggan untuk melapor agar pelaku bisa segera ditangkap,” tegasnya.
Layanan Tetap Jalan, Kerugian Membayangi
Meski pencurian marak, PUDAM memastikan layanan air bersih tetap berjalan. Unit meteran yang hilang langsung diganti agar pelanggan tidak terganggu.
Namun di balik itu, kerugian terus membayangi. Selain biaya penggantian, gangguan distribusi dan potensi kebocoran sistem juga menjadi ancaman serius.
Polisi Diburu, Publik Menunggu
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat. Dengan pola yang semakin jelas dan bukti CCTV yang mulai terkumpul, tekanan publik terhadap aparat untuk segera menangkap pelaku semakin besar.
Jika tidak segera diungkap, bukan tidak mungkin angka pencurian akan terus bertambah—dan kepercayaan publik terhadap keamanan layanan dasar ikut tergerus.
Satu hal yang kini jadi pertanyaan besar: siapa sebenarnya dalang di balik raibnya ratusan meteran air di Banyuwangi? (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin