RADARBANYUWANGI.ID – Penanganan kasus tragis pembacokan ibu kandung di Kecamatan Pesanggaran terus bergulir.
Polisi kini mendalami latar belakang pelaku dengan memeriksa orang-orang terdekatnya.
Pelaku, Adi Setiawan (31), warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, kembali menunjukkan sikap tertutup.
Setelah sempat kooperatif dalam pemeriksaan, kini ia kembali murung dan enggan berkomunikasi dengan penyidik.
Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur melalui Kanitreskrim Heru Prasetyo mengungkapkan, kondisi pelaku berubah sejak pemeriksaan terakhir pada Kamis (2/4) lalu.
“Sejak itu, yang bersangkutan kembali murung dan tidak mau diajak komunikasi,” ujarnya.
Menurut Heru, Adi lebih banyak diam di dalam sel. Ia hanya memberikan jawaban singkat saat petugas memberikan makanan.
Kondisi ini membuat proses penyidikan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Meski demikian, polisi tidak bisa memaksakan pemeriksaan terhadap pelaku.
Terlebih, ada rekomendasi dari ahli kejiwaan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi mental Adi.
“Kami tidak bisa memaksa, apalagi ada rekomendasi dari ahli kejiwaan agar dilakukan pemeriksaan kembali hari ini,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga tengah menunggu hasil resmi terkait kondisi kejiwaan pelaku.
Dugaan adanya gangguan mental, termasuk kemungkinan dipicu oleh konsumsi narkotika, masih akan didalami lebih lanjut.
“Kami selesaikan satu per satu. Pertama memastikan kondisi kejiwaannya. Dari situ nanti ahli akan memaparkan kondisi dan kemungkinan penyebabnya,” imbuh Heru.
Untuk melengkapi data yang dibutuhkan tim ahli, polisi kini mulai mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengenal pelaku.
Pemeriksaan dilakukan terhadap keluarga, kerabat, tetangga, hingga perangkat desa setempat.
“Kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan orang terdekatnya,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu mengungkap latar belakang tindakan nekat pelaku yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.
Sementara itu, kabar baik datang dari korban lain dalam peristiwa tersebut. Dedi (45), yang mengalami luka serius hingga jari tangannya putus akibat sabetan parang, kini telah membaik.
Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Dedi sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.
“Sudah dipulangkan, kondisinya membaik,” ungkap Heru.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa dini hari (31/3) di Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Aksi brutal tersebut menggegerkan warga setempat.
Dalam kejadian itu, Adi Setiawan nekat membacok ibu kandungnya, Suratun (65), hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Selain proses hukum, aspek kejiwaan pelaku juga menjadi fokus utama untuk memastikan penanganan yang tepat dan menyeluruh.
Polisi memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan hingga seluruh fakta terungkap, termasuk motif di balik aksi kekerasan tersebut. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin