RADARBANYUWANGI.ID – Situasi memanas terjadi di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Senin (6/4).
Ratusan warga menggeruduk kantor desa setempat untuk menuntut Kepala Desa (Kades) Untung Suripno mundur dari jabatannya.
Aksi tersebut dipicu dugaan skandal yang menyeret nama sang kades. Warga menilai tindakan Untung tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin desa.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, pada Jumat malam (3/4) sekitar pukul 22.00, Untung diketahui berada di rumah seorang perempuan berstatus janda yang merupakan warga setempat.
Kejadian ini kemudian memicu kegaduhan dan menjadi perbincangan luas di kalangan warga.
Puncaknya, sekitar pukul 13.30 kemarin, warga secara beramai-ramai mendatangi Kantor Desa Sukojati.
Mereka datang menggunakan sepeda motor, bahkan sebagian berjalan kaki, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dengan menggunakan pengeras suara, warga menyuarakan tuntutan agar kepala desa memberikan klarifikasi terbuka atas dugaan tersebut.
Tak sedikit pula yang secara tegas meminta Untung Suripno mundur dari jabatannya.
Suasana sempat memanas ketika dalam klarifikasinya, Untung menyampaikan bahwa dirinya telah berdamai dengan pihak keluarga perempuan yang didatanginya. Pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari warga.
“Kades cabul, turunkan dari jabatannya!” teriak salah satu warga di tengah kerumunan.
Juru bicara warga Desa Sukojati, Irawan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan masyarakat agar kepala desa memberikan penjelasan yang transparan.
“Kami menuntut kepala desa memberi klarifikasi sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukojati, Hariyanto, membenarkan bahwa aksi warga dipicu adanya laporan terkait dugaan tindakan asusila.
Menurutnya, laporan tersebut telah ditindaklanjuti melalui forum musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan warga dan pemerintah desa.
“Warga datang ke sini bermula dari adanya indikasi tindak asusila sehingga masyarakat memberi laporan kepada kami. Dari sini kami lakukan musyawarah mufakat untuk mencari kebenaran informasi tersebut,” jelasnya.
Hariyanto menambahkan, pihaknya berupaya memfasilitasi dialog antara warga dan kepala desa guna meredam situasi serta mengungkap fakta sebenarnya.
“Kami meminta kepala desa memberikan klarifikasi kepada masyarakat seperti yang sudah dilakukan. Namun, terkait dugaan asusila, kami tidak berani menyimpulkan karena belum ada bukti yang dapat dipastikan,” imbuhnya.
Di hadapan warga, Untung Suripno menyatakan bahwa persoalan dengan pihak perempuan yang bersangkutan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya dengan keluarga yang bersangkutan sudah damai, sehingga tidak ada permasalahan,” ucapnya.
Namun demikian, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredakan amarah warga. Mereka tetap mendesak adanya langkah tegas dan transparansi lebih lanjut terkait dugaan tersebut.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut oleh awak media, Untung memilih irit bicara. Ia menyebut bahwa klarifikasi yang disampaikan kepada warga sudah cukup.
“Tadi sudah cukup,” pungkasnya sembari meninggalkan kantor desa.
Hingga berita ini ditulis, situasi di Desa Sukojati berangsur kondusif meski tuntutan warga agar kepala desa mundur masih terus bergulir.
Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah untuk memastikan stabilitas pemerintahan desa serta menjaga ketertiban masyarakat. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin