Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengakuan Pelaku Pembacokan Ibu di Banyuwangi: Adi Mengaku Disingkirkan Keluarga, Polisi Dalami Dugaan Gangguan Jiwa

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 3 April 2026 | 03:30 WIB
PEMERIKSAAN: Adi Setiawan, 31, warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran diperiksa penyidik Polsek Pesanggaran Kamis (2/4). (Heru for Radar Banyuwangi)
PEMERIKSAAN: Adi Setiawan, 31, warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran diperiksa penyidik Polsek Pesanggaran Kamis (2/4). (Heru for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kasus tragis pembacokan ibu kandung di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mulai menemukan titik terang. 

Pelaku, Adi Setiawan, 31, akhirnya buka suara setelah tiga hari menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

Pria asal Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran itu mengaku nekat menghabisi nyawa ibunya sendiri, Suratun, 65, karena diliputi emosi.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Adi menyebut dirinya merasa disingkirkan oleh keluarga.

Kapolsek Pesanggaran Kompol Maskur melalui Kanitreskrim Aiptu Heru Prasetyo menjelaskan, perkembangan pemeriksaan terhadap pelaku mulai menunjukkan kemajuan. Pada Kamis (2/4), Adi sudah mulai kooperatif dan bersedia menjawab pertanyaan penyidik meski dengan suara lirih.

“Yang bersangkutan sudah mau menjawab, walaupun pelan. Saat kami tanya alasan emosinya, dia mengaku karena merasa disingkirkan keluarga,” ujar Heru.

Namun, pengakuan tersebut belum sepenuhnya digali lebih dalam. Setelah memberikan jawaban singkat, Adi kembali memilih diam dan enggan melanjutkan komunikasi dengan penyidik.

Untuk alasan keamanan, pelaku saat ini masih ditempatkan di ruang tahanan terpisah. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap tahanan lain.

“Kami masih pisahkan karena menyangkut keselamatan,” tegas Heru.

Selain mendalami motif, polisi juga tengah menunggu hasil pemeriksaan medis terkait kondisi kejiwaan pelaku. Pemeriksaan dilakukan di RS Graha Medika dan hasil sementara menunjukkan indikasi yang belum bisa disimpulkan secara pasti.

Heru menyebut, terdapat dua kemungkinan yang masih dikaji. Di satu sisi, ada indikasi gangguan kejiwaan. Namun di sisi lain, kondisi psikologis pelaku juga diduga dipengaruhi trauma pascakejadian.

“Indikasinya sekitar 50 persen mengarah gangguan jiwa, 50 persen lagi karena trauma setelah kejadian. Tapi ini masih perlu pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Sesuai prosedur, pemeriksaan medis terhadap kondisi kejiwaan pelaku akan dilakukan lebih dari satu kali untuk memastikan hasil yang akurat sebelum ditetapkan dalam proses hukum.

Meski demikian, proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Polisi tetap mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif di balik peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa dini hari (31/3) di kawasan Kampung Baru Lampon, Dusun Ringinsari. Warga setempat digemparkan oleh aksi brutal Adi yang membacok ibu kandungnya sendiri hingga tewas di lokasi.

Tidak hanya itu, seorang pria bernama Dedi, 45, yang diketahui tinggal serumah dengan pelaku, juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RS Al Huda, Gambiran.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar sekaligus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polisi memastikan akan menangani perkara ini secara profesional dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk kondisi kejiwaan pelaku.

Penyidik juga terus berupaya menggali informasi tambahan guna memastikan latar belakang konflik dalam keluarga tersebut, sekaligus menentukan langkah hukum yang tepat terhadap pelaku. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesanggaran Banyuwangi #gangguan jiwa pelaku #pembacokan Banyuwangi #Adi Setiawan #kasus ibu dibunuh