RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena unik terjadi di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Sebuah pohon pisang yang telah ditebang dan dipanen dua bulan lalu, tiba-tiba tumbuh tunas baru dan kembali berbuah di batang yang sama.
Biasanya, pohon pisang yang sudah ditebang karena panen akan mati dan membusuk. Namun, hal tak biasa dialami Sunarto (38), warga Dusun/Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo.
Pohon pisang jenis klutuk itu, yang sebelumnya sudah dipanen dua bulan lalu, kini kembali berbuah di batang bekas tebangannya.
“Saya sempat kaget, soalnya pohon itu sudah pernah dipanen sekitar dua bulan lalu,” ujar Sunarto kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Ia pertama kali menyadari keanehan itu ketika sedang membuang sampah di sekitar lokasi pohon tersebut tumbuh.
Saat diperhatikan, batang pohon yang sudah dipotong sebagian justru mengeluarkan tunas baru lengkap dengan jantung pisang dan daun muda.
“Saya lihat sekitar seminggu lalu, ternyata tumbuh lagi,” ucap pria yang juga menjabat Ketua RW 1 Desa Temurejo itu.
Menurut Sunarto, pisang jenis klutuk biasanya digunakan untuk bahan makanan olahan seperti sale pisang atau pisang kering, karena teksturnya kurang cocok untuk digoreng.
“Sekarang buahnya sudah ada tiga cengkeh,” katanya.
Namun, ia menyebut kualitas dan ukuran pisang hasil tumbuh ulang ini berbeda dari biasanya.
Jika dalam kondisi normal bisa menghasilkan tujuh hingga delapan cengkeh, kali ini batang yang sama hanya sanggup berbuah sekitar lima cengkeh saja.
“Batangnya kecil dan pendek, mungkin sudah tidak sekuat sebelumnya,” ujarnya.
Fenomena ini membuat warga sekitar heran. Salah satunya Wagirah (52), tetangga Sunarto.
Ia mengaku baru kali ini melihat pohon pisang berbuah dua kali dari batang yang sama.
“Biasanya kalau sudah dipanen ya mati. Kok bisa hidup lagi, ini sangat jarang terjadi,” ujarnya takjub.
Bagaimana Bisa Terjadi?
Fenomena pohon pisang berbuah dua kali dari batang yang sama ini tergolong unik dan langka, meski secara ilmiah masih dapat dijelaskan.
Secara umum, tanaman pisang termasuk dalam kategori monokarpik, yaitu tumbuhan yang hanya berbuah sekali dalam satu siklus hidup, lalu batang utamanya akan mati.
Setelah dipanen, biasanya batang akan membusuk dan digantikan oleh tunas baru yang tumbuh di pangkal batang.
Namun, dalam kasus tertentu seperti yang terjadi pada pisang jenis klutuk milik Sunarto, bagian batang bawah yang tersisa setelah ditebang masih menyimpan jaringan hidup atau meristem.
Jika kondisi lingkungan mendukung, seperti tanah yang lembap, batang belum membusuk, dan kadar nutrisi mencukupi, maka jaringan tersebut dapat beregenerasi secara alami dan menumbuhkan tunas baru dari bekas potongan batang yang sama.
Menurut jurnal sejumlah penyuluh pertanian, kejadian semacam ini bisa disebut sebagai regenerasi vegetatif spontan, di mana batang lama kembali aktif karena adanya cadangan energi dan sel hidup yang belum mati sepenuhnya.
Jenis pisang klutuk sendiri diketahui memiliki struktur batang yang lebih keras dan tahan lama dibanding varietas lain, sehingga memungkinkan proses regenerasi ini terjadi.
Fenomena seperti ini jarang sekali ditemukan di lapangan, tapi masih bisa dijelaskan secara biologis karena jaringan tanaman pisang sangat responsif terhadap kelembapan dan kondisi lingkungan.
Editor : Agung Sedana