RADARBANYUWANGI.ID - Misteri penemuan orok bayi di Sungai Kalisetail, Dusun Stembel, Desa/Kecamatan Gambiran, hingga kini masih belum terungkap.
Polisi belum berhasil mengidentifikasi siapa orang yang tega membuang bayi laki-laki yang ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa pada Minggu (12/10) sore itu.
Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat, mengatakan penyelidikan masih berlangsung.
“Kami belum bisa menyampaikan hasil perkembangan penyidikan. Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan. Saat ini bayi masih berada di RSUD Blambangan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal tim medis, bayi malang tersebut diduga lahir secara normal dan telah cukup umur, yakni sekitar sembilan bulan dalam kandungan.
“Masih ada ari-ari yang menempel di tubuhnya, menandakan baru saja dilahirkan,” terang Kapolsek.
Sementara itu, Kepala Desa Gambiran, Eko Hadi Riyanto, mengatakan pihak desa akan membantu aparat kepolisian untuk menelusuri asal-usul bayi tersebut.
“Kami akan ikut membantu mencari pelaku atau orang tua si jabang bayi,” katanya.
Eko menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kader Posyandu untuk memantau warga, khususnya ibu hamil atau yang baru melahirkan di sekitar wilayah desa.
“Kami akan minta kader memantau dan melaporkan jika ada warga yang mencurigakan. Di sekitar sungai tidak ada CCTV, jadi kami lakukan pemantauan langsung,” jelasnya.
Menurut Eko, kuat dugaan bayi itu terbawa arus sungai sebelum akhirnya tersangkut di bebatuan wilayah Dusun Stembel.
“Saat ditemukan, tubuh bayi sudah membiru. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kemungkinan bayi itu sudah dibuang sejak dua hari sebelumnya,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Stembel, Desa Gambiran, digegerkan penemuan orok bayi laki-laki di pinggir Sungai Kalistail.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing sekitar pukul 13.00, namun saksi penemu utama itu langsung menghilang setelah memberi tahu warga.
Editor : Agung Sedana