RADARBANYUWANGI.ID - Penyidik Unit Reskrim Polsek Muncar terus mengembangkan kasus pencurian yang dilakukan oleh tiga remaja asal Kecamatan Muncar.
Fakta terbaru, para pelaku ternyata telah beraksi di 13 lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Kapolsek Muncar, AKP Mujiono, mengungkapkan bahwa ke-13 lokasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Bangorejo, Srono, Tegaldlimo, Purwoharjo, dan Muncar sendiri. “Hasil pengembangan terbaru, ada 13 TKP,” ujarnya.
Dari 13 lokasi itu, wilayah Kecamatan Muncar menjadi yang paling banyak disasar, dengan enam titik kejadian.
Sebagian besar targetnya adalah sekolah-sekolah seperti SMPN 1 Muncar, SDN 12 Tembokrejo, SDN 5 Tapanrejo, dan SDN 3 Kedungringin.
Selain itu, para pelaku juga sempat membobol kotak amal Masjid Baitussholihin Desa Blambangan.
Lokasi lain yang menjadi sasaran antara lain di Kecamatan Bangorejo, mencakup SDN 1 Sambirejo, SMPN 1 Bangorejo, dan kotak amal TPU Desa Sambirejo.
Di Kecamatan Srono, mereka beraksi di Warung Oren pinggir sawah dan SDN 4 Parijatah Wetan.
Sedangkan di Kecamatan Purwoharjo, aksi dilakukan di salah satu warung belut, dan di Kecamatan Tegaldlimo, mereka dua kali mengambil kotak amal di area TPU setempat.
“Aksi mereka semuanya dilakukan pada malam hari,” tambah Kapolsek.
Terkait banyaknya lokasi kejadian, pihak Polsek Muncar sudah berkoordinasi dengan polsek lain di wilayah Banyuwangi.
“Kami sudah berkomunikasi dengan polsek yang wilayahnya menjadi TKP, barangkali para korban juga sudah membuat laporan,” jelas AKP Mujiono.
Sebelumnya, tiga kawanan remaja yang dikenal sebagai spesialis pembobol sekolah itu berhasil diringkus anggota Polsek Muncar pada Kamis (9/10).
Ketiganya adalah DS (17), warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo; Ridho Abrori (18), warga Desa Kedungringin; dan Irfan Rehardo (20), asal Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Ketiga pelaku yang kini meringkuk di ruang tahanan Polsek Muncar itu diduga kuat sudah beraksi di banyak sekolah di wilayah Banyuwangi.
“Kelompok ini memang spesialis pencurian di sekolah. Diduga masih ada sejumlah sekolah lain yang juga menjadi korbannya,” pungkas Kapolsek Mujiono.
Editor : Agung Sedana