RADARBANYUWANGI.ID - Terungkapnya kasus rudapaksa berujung maut dengan korban DC (7), siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Babur Rohmah, Desa Kalibaru Manis, Kecamatan Kalibaru, pada November 2024 lalu, masih meninggalkan trauma mendalam bagi para guru.
Meski begitu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut kini sudah kembali berjalan normal.
Sejumlah guru MI Babur Rohmah mengaku masih merasa was-was setiap kali jam pulang tiba. Mereka selalu memastikan setiap siswa dijemput oleh orang tuanya sebelum meninggalkan sekolah.
“Takut kejadian dulu (menimpa DC) terulang lagi. Kami sudah meminta semua orang tua untuk menjemput anaknya,” ujar Kepala MI Babur Rohmah, Heru Prayitno, Jumat (10/10).
Menurut Heru, hampir setahun setelah peristiwa tragis itu, para guru masih dalam kondisi siaga saat jam pulang sekolah.
“Kalau ada siswa yang belum dijemput, sebisa mungkin kami antar pulang. Selalu ada guru yang standby,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Heru, yang rumahnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari madrasah, menuturkan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini jadi bahan evaluasi kami. Dulu sempat khawatir kasus itu berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Takut orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sini,” ungkapnya.
Namun, Heru bersyukur karena setelah kasus itu bergulir, tidak ada testimoni negatif dari masyarakat yang menyudutkan pihak sekolah.
“Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat tetap tinggi. Saat PPDB nanti, kami akan terus menekankan kepada orang tua agar menjemput anaknya, apalagi yang rumahnya jauh,” ujarnya.
Meski pelaku sudah terungkap dan kini menjalani persidangan, pihak sekolah tetap belum merasa sepenuhnya tenang.
“Kami harus terus waspada, menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitar, karena kejahatan bisa datang dari mana saja,” imbuhnya.
Sebelumnya, kasus yang menimpa DC menggemparkan warga Kalibaru. Bocah perempuan berusia tujuh tahun asal Dusun Barurejo, Desa Kalibaru Manis itu ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kebun sengon tak jauh dari rumahnya, Rabu (13/11/2024).
Korban diduga menjadi sasaran rudapaksa saat dalam perjalanan pulang dari sekolah.
Editor : Agung Sedana