RADARBANYUWANGI.ID - Polemik penjaringan jabatan Kepala Dusun (Kadus) Krajan 1 di Desa Setail, Kecamatan Genteng, yang sempat menuai protes warga karena dianggap tidak transparan dan minim sosialisasi, kini mulai mereda.
Setelah pertemuan antara warga dan pemerintah desa pada Senin (6/10), persoalan tersebut dinyatakan selesai.
Pj Kepala Desa Setail, Nurkholis, mengatakan, pemerintah desa menganggap penjelasan yang disampaikan sudah diterima oleh masyarakat.
“Setelah pertemuan dengan puluhan warga Dusun Krajan 1, kami anggap sudah selesai, hasilnya diterima,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (9/10).
Meski demikian, Nurkholis memastikan pihaknya tetap akan menepati janji untuk mendampingi warga berkonsultasi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, terkait usulan pemilihan langsung kepala dusun.
“Kami tinggal menunggu dari warga, kapan mereka siap berangkat untuk konsultasi,” katanya.
Ia menambahkan, hasil penjaringan perangkat desa untuk empat jabatan kosong di Setail. Meliputi Kadus Krajan 1, Kadus Jalen 2, dan dua staf desa dan sudah dikirim ke pihak kecamatan.
“Kemarin sore sudah kami serahkan ke Kecamatan Genteng untuk dimintakan rekomendasi. Setelah itu akan diteruskan ke Banyuwangi guna mendapat persetujuan bupati,” tandasnya.
Camat Genteng, Satrio, membenarkan bahwa polemik penjaringan perangkat desa di wilayahnya telah dinyatakan rampung.
“Masalahnya sudah clear. Tapi keinginan warga untuk konsultasi ke DPMD tetap kami akomodir sesuai hasil kesepakatan sebelumnya,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga Dusun Krajan 1, Desa Setail, sempat mendatangi kantor desa pada Senin (6/10). Mereka memprotes proses penjaringan yang dinilai minim sosialisasi dan tidak terbuka.
“Kami sama sekali tidak mendapat sosialisasi kalau ada penjaringan kadus,” kata perwakilan warga, Agus Efendi (37).
Editor : Agung Sedana