RADARBANYUWANGI.ID – Modus penipuan kian bervariasi. Apalagi dengan memanfaatkan kemajuan terknologi terkini seperti media sosial. Maka pelaku kejahatan memanfaatkan teknolgi tersebut dengan leluasa untuk menjalankan aksinya dan mencari mangsa.
Seperti terbaru kasus penipuan dengan memanfaatkan media sosial. Dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan modus penipuan cinta atau love scamming untuk menjerat pelakunya.
Tak tanggung-tanggung aksi penipuan ini menyasar korban yang tidak lain adalah staf media Presiden Prabowo Subianto, Kani Dwi Haryani.
Eks jurnalis televisi ini menjadi korban penipuan bermodus love scamming. Korban menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menyaru sebagai mantan pilot Garuda Indonesia yang kini bekerja di maskapai Emirates.
Hubungan keduanya terjalin awalnya lewat jejaring media sosial, instagram. Yang perlu diketahui dari kejadian itu adalah modus love scamming bisa menimpa siapa saja.
Modus penipuan seperti ini biasanya didasari atas penipuan berbasis hubungan asmara. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura menjalin hubungan asmara dengan korban lewat aplikasi kencan atau media sosial.
Tujuannya tentu saja demi mendapatkan keuntungan pribadi, khususnya uang. Cara seperti ini sejatinya masuk dalam mode kejahatan berbasis rekayasa sosial. Pelaku akan mencoba memanfaatkan kepercayaan emosional korban.
Saat korban merasa dekat dan percaya, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan memanipulasi dengan berbagai alasan. Namun secara umum, tanda–tanda jeratan love scamming ini bisa dengan mudah dibongkar:
1. Tidak mau bertemu secara Langsung
Untuk melindungi identitas aslinya, pelaku biasanya hanya mau berkomunikasi lewat media sosial atau aplikasi chatting. Pelaku akan selalu menolak ajakan untuk bertemu langsung.
2. Menolak video call atau telepon
Pelaku kemudian cenderung menghindari pertemuan langsung meski lewat media sosial. Alasan seperti sibuk, koneksi buruk, atau tidak nyaman sering menjadi alasan.
3. Cepat menyatakan cinta
Yang perlu diketahui, pelaku biasanya kerap cepat menyatakan jatuh cinta. Kemudian membujuk korban menjalin hubungan serius dalam waktu singkat.
4. Mengaku dalam kondisi darurat
Pelaku penipuan love scamming ini sering mengaku sedang mengalami musibah atau kondisi genting. Mereka kemudian akan meminta bantuan finansial dengan skenario yang menyentuh hati.
5. Meminta uang
Baca Juga: Bintang Timnas Menikah, Ini Sosok Sendy Aulia, Pendamping Hati Rizky Ridho
Jurus yang bisa diketahui lainnya biasanya pelaku akan mengajukan permintaan uang. Bentuknya bisa dalam bentuk pinjaman, kebutuhan keluarga, atau tawaran investasi.
Agar tidak menjadi korban love scamming, perlu kiranya untuk melakukan upaya pencegahan dengan :
1. Jaga privasi di media sosial
Baca Juga: Debut Gemilang! Tim Sepak Bola Putri Banyuwangi Hajar Lumajang 3-0 di Porprov Jatim
Ada baiknya membatasi membagikan informasi pribadi secara berlebihan, termasuk lokasi, hobi, dan aktivitas rutin.
2. Verifikasi identitas
Lakukan pencarian atau pengecekan latar belakang jika ada orang seseorang yang baru dikenal mengajak kenalan secara intens.
3. Waspadai Janji Manis
Jangan mudah terbujuk oleh pujian dan kata-kata romantis. Apalagi jika datang dari orang asing yang belum pernah ditemui.
4. Jangan Kirim Uang
Apapun alasannya, sebaiknya hindari mengirimkan uang kepada orang yang belum dikenal secara nyata.
5. Jangan ragu konsultasi dengan orang terdekat
Jika ragu, diskusikan hubungan daring dengan teman atau keluarga untuk mendapat saran dan perimbangan yang objektif. (*)
Editor : Niklaas Andries