Kejadian penipuan bermula dari interaksi Kani dengan akun Instagram bernama @febrianalydrss_,. Dari akun itu pelaku mengaku sebagai Febrian Alaydrus mantan pilot Garuda Indonesia yang bekerja di maskapai Emirates.
Untuk menyakinkan korbannya, dalam profil akun instagram tersebut tersebut menampilkan deretan foto pria dengan seragam pilot, lengkap dengan latar pesawat dan bandara luar negeri.
Isi beranda instagram pelaku tak dinyana membuat Kani kesengsem. Dari sanalah hubungan dunia maya antara korban dan pelaku semakin dekat.
Pelaku yang menggunakan identitas palsu mulai melancarkan aksinya. Pada 1 Maret 2025, pelaku mengajukan pinjaman dana sebesar Rp13 juta. Uang itu akan digunakan untuk membantu proses administrasi kerja sepupunya, Miftahul Syifa alias Cipa.
Sukses dengan modus pertama, pelaku mengulangi lagi pada April 2025. Kali ini korban kembali diperdaya saat dimintai uang sebesar Rp35 juta. Uang itu rencananya akan digunakan untuk pembayaran pelatihan kerja di maskapai Emirates.
Dari sini korban mulai menaru kecurigaan. Ketika mendatangi alamat yang diklaim sebagai rumah Febrian. Kami justru menemukan bahwa lokasi tersebut fiktif.
Usai melaporkan kasus tersebut ke Polda Banten pada 13 Juni 2025 lalu. Polisi akhirnya menangkap pelakunya, Marpuah, 21.
Marpuah ditangkap di rumahnya di Sumur Buang, Kelurahan Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.
Diketahui bila akun Instagram Febrian Alaydrus telah disusun dengan menggunakan foto-foto orang lain. Ini dilakukan untuk membangun identitas fiktif sebagai pilot sesungguhnya.
Profil Singkat Kani Dwi Haryani
Kani Dwi Haryani memulai karier sebagai jurnalis politik di DPR RI. Dirinya melanjutkan kiprah di program "Jejak Kasus" sebagai reporter kriminal investigatif.
Namanya mulai dikenal saat menjadi reporter di TVOne. Kemudian menjadi host off air Grand Final Indonesian Idol 2023. Pada 2024, barulah Kani resmi ditunjuk sebagai staf media Presiden Prabowo Subianto.(*)
Editor : Niklaas Andries