Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pacar Artis Tusuk Pemuda Cluring hingga Tewas, Merasa Tidak Terima Pacarnya Dilecehkan di Medsos, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Zamrozi Wahyu • Senin, 2 Juni 2025 | 18:35 WIB
Lokasi pembunuhan di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran dipasang garis polisi, kemarin (1/6).
Lokasi pembunuhan di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran dipasang garis polisi, kemarin (1/6).

RADARBANYUWANGI.ID - Nasib tragis dialami Wiryadinanto, 20. Pemuda asal Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring itu tewas mengenaskan setelah dihajar dan ditusuk memakai senjata tajam (sajam) jenis karambit, Sabtu (31/5) pukul 22.00 WIB.

Pemicunya, korban dianggap melecehkan penyanyi lokal, Sabrina, 20, dengan berkomentar tidak senonoh di akun TikTok milik sang artis tersebut.

Pelaku penusukan adalah Kuncoro, 22, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang tak lain adalah pacar Sabrina.

Sebelum kejadian, Sabrina mengajak bertemu korban di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.

“Korban datang sendirian, saat itu Sabrina sudah ada di lokasi bersama dua teman perempuanya berinisial ER, 20, dan teman laki-laki DB, 19. Sedang pelaku (Kuncoro) belum datang,” terang  Kapolsek Gambiran, AKP Badrodin Hidayat.

Setelah menuggu beberapa saat, terang Kapolsek, pelaku datang dengan naik motor Yamaha N-Max.

Tanpa banyak bicara, Kuncoro langsung menyerang korban menggunakan sajam yang sudah dibawa dari rumah. “Pelaku marah besar melihat komentar korban di akun milik pacarnya,” katanya.   

Akibat serangan pelaku dengan sajam, korban langsung ambruk di pinggir jalan raya dengan luka cukup parah di bagian dada. Selain itu, juga ada luka pada lengan dan bahu.

“Sabrina dan temannya berteriak keras, warga berdatangan. Sedang korban ambruk di pinggir jalan,” kata Kapolsek Badrodin.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra (kanan) meninjau lokasi penganiayaan yang menewaskan korban di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran pada Sabtu (31/5).
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra (kanan) meninjau lokasi penganiayaan yang menewaskan korban di warung es teler Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran pada Sabtu (31/5).

Mendengar teriakan keras, warga  berdatangan dan membawa korban ke RS Al Rohma Jajag. Sedangkan Kuncoro tetap berada di lokasi dan menyerahkan diri ke polisi.

“Luka korban sangat serius, pelaku yang menyerahkan diri langsung kita amankan dan dikirim ke Polresta,” ungkapnya.

Menurut Kapolsek, saat dibawa ke RS Al Rohma Jajag, kondisi korban terus memburuk dan akhirnya meninggal.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis, luka  paling parah di bagian dada dengan lebar delapan sentimeter dan kedalaman lima sentimeter. “Ada juga luka lecet di tangan dan bahu,” imbuhnya.

Insiden berdarah  bermula pada Kamis (29/5). Saat itu  korban memberi komentar di akun TikTok milik Sabrina yang sedang live. “Komentar korban di medsos dianggap menghina fisik,” kata Kapolsek.

Merasa tidak terima dengan komentar tersebut, Sabrina sempat menghubungi korban supaya memberikan klarifikasi, tapi tidak bisa tuntas.

Hingga akhirnya, keduanya janjian ketemu di warung es teler di Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Ternyata, pelaku juga datang dan menyerang korban menggunakan sajam.

Kepala Dusun Krajan, Desa Purwodadi Hadi Winarto mengatakan, Sabrina adalah salah satu penyanyi lokal di desanya.

Cewek itu kerap  mengunggah video klip di sosmed. “Korban diduga pernah berkomentar kurang enak di video yang di-upload,” katanya.

Atas komentarnya itu, jelas dia, korban oleh Sabrina diminta klarifikasi secara langsung. Tapi pacar penyanyi desa itu tidak terima dan ikut datang dalam pertemuan tersebut. “Diduga pelaku tiba-tiba menghajar korban menggunakan sajam,” terangnya.

Akibat dihajar menggunakan sajam, lanjut Winarto, korban langsung terkapar di lokasi kejadian. Warga juga segera berdatangan dan melarikan korban ke RS Al Rohmah. “Darah korban terus bercucuran hingga membuat warga panik,” kata Hadi. (cw3/abi)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pemuda #cluring #pacar artis