RADARBANYUWANGI.ID – Polresta Banyuwangi memburu empat sindikat polisi gadungan asal Bekasi yang beraksi di Glenmore.
Dua orang lebih dulu diringkus dengan barang bukti airsoft gun, ID card, dan seragam polisi berpangkat kompol.
Bersadarkan pengakuan dua pelaku, yaitu HA dan B, salah satu pelaku yang masih buron membawa barang bukti (BB) borgol yang digunakan menyekap RA, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore.
Sindikat ini juga terlibat penganiayaan hingga intimidasi terhadap korban. Bahkan, korban sempat disetrum menggunakan alat kejut yang dipegang pelaku.
”Empat pelaku masih kami buru,” tegas Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra.
Rama mengatakan, empat pelaku yang masih buron terlibat aksi yang diinisiasi oleh HA. Mereka melakukan intimidasi maupun penganiayaan terhadap korban. ”Jadi, ada yang memborgol tangan korban, ada juga yang menganiaya korban,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Banyuwangi berhasil membongkar kasus pemerasan dengan kekerasan bermodus menyamar sebagai anggota Polri.
Kasus tersebut terjadi sejak April 2025, lokasinya di Kecamatan Glenmore. Dalam perkara ini, polisi mengamankan dua pelaku asal Bekasi yang ditangkap pada 12 Mei lalu.
Kedua pelaku berinisial HA dan B, keduanya asal Bekasi. HA merupakan otak pelaku pemerasan yang menyamar sebagai anggota Polri.
Dari tangan HA, Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa PDL (pakaian dinas lapangan) lengkap dengan senjatanya.
Mulai dari pakaian polisi dengan pangkat kompol, sepatu, ID card, topi, hingga airsoft gun.
Selain itu, Polresta Banyuwangi juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan pelaku berupa sepeda motor Yamaha dengan nopol P 5072 OBH milik korban.
Polisi tengah memburu empat pelaku lainnya yang hingga kini masih buron. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin