RADARBANYUWANGI.ID – Enam bulan sejak ditemukan tewas mengenaskan di tengah kebun sengon, kasus kematian siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) berinisial DC (7) di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, masih belum menemui titik terang.
Hingga Rabu (21/5/2025), pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku di balik insiden tragis tersebut.
Korban, yang masih duduk di bangku kelas 1 MI, ditemukan tak bernyawa oleh ibunya sendiri, SA (35), pada 13 November 2024.
Saat itu, sang ibu yang sedang hamil tua merasa cemas karena putrinya tidak juga pulang dari sekolah seperti biasanya.
Pencarian yang dilakukan berujung pada penemuan jenazah DC di sebuah kebun sengon tak jauh dari rumah mereka.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan.
Ditemukan kancing baju terlepas, bercak darah di hidung, serta luka di bagian belakang kepala korban. Diduga kuat, korban mengalami gegar otak akibat benturan benda tumpul.
Dugaan pemerkosaan sebelum pembunuhan juga mencuat, namun belum ada pernyataan resmi yang menguatkan hal tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Komang Yogi Arya Wiguna menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan.
“Progresnya sampai saat ini masih terus berlangsung. Kami juga berkoordinasi dengan Polda Jatim,” ujar Komang, Rabu (21/5).
Menurutnya, pihak kepolisian telah melibatkan sejumlah ahli dalam pengungkapan kasus ini, termasuk ahli forensik.
Meski kasus ini telah berlarut selama setengah tahun, Komang menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara obyektif dan ilmiah.
“Sampai sejauh ini tidak ada kendala. Kami ada teknis pengumpulan alat bukti lainnya yang akan kami kaitkan dengan petunjuk dan informasi yang ada. Kami berharap proses ini mengarah pada perkembangan yang signifikan,” tegasnya.
Tragedi yang menimpa DC mengguncang masyarakat setempat dan menjadi perhatian luas. Keluarga korban dan masyarakat masih berharap besar agar kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. (rio)
Editor : Ali Sodiqin