RADARBANYUWANGI.ID – Insiden pencurian terjadi di sebuah playground atau tempat bermain anak di salah satu mal terbesar di Banyuwangi.
Insiden pencurian terjadi pada Jumat (18/4) sore dengan korban yang masih berusia empat tahun.
Korban berinisial AZA, putri dari pasangan suami istri (pasutri) Moh. Syaiful Rohim, 31, dan Selviyana Widiyantini, 29, warga Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Kalung seberat lima gram tersebut raib saat berada di playground.
Hilangnya kalung milik AZA terekam jelas oleh kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, kalung milik korban dicuri oleh ibu-ibu yang menggunakan kerudung dengan usia sekitar 30 tahun hingga 40 tahun.
Berbekal bukti rekaman CCTV, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Banyuwangi. Laporan tersebut tertuang dalam nomor LP/B/165/1V/2025/SPKT/Polresta Banyuwangi/Polda Jawa Timur.
”Kalung tersebut memang dipakai anak saya saat bermain, namun seketika hilang setelah dipanggil oleh seorang ibu-ibu,” ujar ibu kandung AZA, Selviyana Widiyantini saat ditemui di rumahnya kemarin (20/4).
Selvi menceritakan, saat itu anaknya bermain playgound bersama anak-anak lainnya. Sedangkan dirinya berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Namun, Selvi tidak menyadari jika anaknya dipanggil oleh terduga pelaku.
”Kata anak saya pelaku bilang kalungnya harus dilepas. Karena masih anak-anak, dia menurut saja,” ungkapnya.
Selvi sempat melapor ke petugas mal. Dari hasil rekaman CCTV, seorang wanita terlihat mengambil kalung yang dipakai korban.
Selvi berharap laporan ke polisi segera ditindaklanjuti. ”Sudah saya laporkan, semoga saja bisa segera diidentifikasi dan ditangkap pelakunya,” ungkapnya.
Selvi menambahkan, hilangnya kalung tersebut mengakibatkan kerugian Rp 3,7 juta.
Berdasarkan surat pembelian, kalung seberat 5 gram tersebut dihargai Rp 3.745.000. ”Kami berharap pelakunya segera diamankan,” pungkasnya.
Kasi Humas Polresta Banyuwangi Ipda Suwandono mengatakan, laporan pencurian tersebut masih ditangani Satreskrim Polresta Banyuwangi.
Penyidik tentu harus mengumpulkan sejumlah bukti. ”Masih proses penyelidikan, semoga saja personel Satreskrim bisa segera menuntaskannya,” tegasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin