Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Polisi Telusuri Kaitan Mayat Mengapung di Bimorejo dan Gantung diri di Wongsorejo Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 15 Maret 2025 | 12:00 WIB
Petugas kepolisian Polsek Wongsorejo bersama warga melihat lokasi penemuan mayat di Dusun Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Senin (10/3/2025).
Petugas kepolisian Polsek Wongsorejo bersama warga melihat lokasi penemuan mayat di Dusun Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Senin (10/3/2025).

RADAR BANYUWANGI – Fakta menarik terjadi dari dua peristiwa kematian yang terjadi di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, dalam pekan ini.

Insiden pertama, penemuan mayat Komang Kesuma Jaya, 37, warga Desa Yahembang, Kabupaten Jembrana.

Jenazah Komang yang ditemukan di Sungai Desa Bimorejo pada Senin (10/3) lalu diduga merupakan korban pembunuhan.

Yang menarik, terjadi keterkaitan antara Komang dengan korban gantung diri, Putu Saputra Adinata, yang ditemukan tewas di sebuah gubuk di pinggir sungai Desa Wongsorejo pada Kamis (13/3).

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Andrew Vega menjelaskan, kejanggalan bermula saat keluarga Komang mendatangi Mapolresta Banyuwangi pada Rabu (12/3) untuk menyampaikan kejanggalan-kejanggalan kematian Komang.

Hingga akhirnya, jenazah Komang yang telah dipulangkan ke Bali dikirim kembali ke Banyuwangi untuk diotopsi di RSUD Blambangan pada Kamis (13/3).

”Hasil otopsi secara resmi belum keluar. Tapi secara garis besar kami berkomunikasi dengan dokter, ditemukan luka di kepala akibat benda tumpul pada Komang. Juga di saluran pernapasan dan paru-paru ditemukan air dan pasir menumpuk,” kata Vega.

Hasil ini seolah memperkuat kecurigaan keluarga korban yang menyampaikan bahwa kematian Komang janggal.

Penyebabnya, Komang berangkat ke Banyuwangi bersama seorang rekannya bernama Putu Saputra Adinata.

Namun, pada hari Komang meninggal, Putu pulang ke Jembrana sendiri.

Kepada keluarga Komang, Putu bercerita bahwa Komang belum pulang karena masih memiliki urusan di Banyuwangi.

Beberapa waktu kemudian, keluarga menerima informasi bahwa Komang ditemukan meninggal di sungai.

Hal ini memunculkan kecurigaan bagi keluarganya. Dugaan pembunuhan tersebut semakin kuat setelah Putu yang merupakan saksi kunci kematian Komang justru ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di Desa Wongsorejo pada Kamis pagi.

”Kejadian ini menguatkan dugaan keterlibatan Putu dalam kematian Komang,” imbuh Vega.

Menurut Vega, Putu pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum Gramason (herbisida) tak lama setelah ditemukannya mayat Komang. Namun, percobaan itu gagal dan Putu berhasil diselamatkan.

”Petugas juga sempat mencari Putu karena yang bersangkutan yang diketahui terakhir bersama Komang. Tapi saat kita di rumahnya dia tidak ada, besoknya diketahui dia sudah bunuh diri,” tegasnya.

Dari keterangan keluarga korban, kematian Komang dan Putu memiliki kaitan dengan masalah sepeda motor.

Keduanya, menurut Vega, bepergian ke Wongsorejo pada akhir Februari lalu. Komang dan Putu berangkat berboncengan mengendarai sepeda motor N-Max milik Komang.

Selang beberapa hari, keduanya kembali lagi ke Jembrana. Tapi, tidak bawa motor karena dipinjam temannya di Wongsorejo.

Sebelum ditemukan meninggal, Komang berpamitan kepada keluarga untuk ke Wongsorejo mengambil kendaraannya. Tapi pada tanggal 10 Maret, Putu kembali ke Jembrana tidak bersama Komang.

Pada hari yang sama pukul 15.00, baru diketahui bahwa Komang ditemukan meninggal di sungai.

”Hal ini  memunculkan kecurigaan dari pihak keluarga atas meninggalnya Komang. Mereka menduga Putu terlibat dalam kejadian itu,” kata Vega.  

Vega menjelaskan, polisi turut mengamankan sepeda motor milik Komang yang disebut dibawa seorang rekan.

Ternyata, kendaraan matic besar itu digadaikan oleh Putu kepada warga Wongsorejo.

”Yang menggadaikan Putu, tidak bersama Komang. Awalnya hendak dijual, tapi tidak ada yang mau beli. Akhirnya digadaikan senilai Rp 7 juta,” imbuh Vega.

Penyidik Reskrim masih berusaha mengungkap motif kematian Komang. Vega masih berupaya mencari keterangan tambahan untuk memastikan penyebab kematian Komang.

”Tapi dari keluarga Komang sudah lega karena kecurigaan mereka selama ini terjawab. Kami masih mencoba mengungkap alasan apa yang menjadi penyebab kematian Komang,” tandas Vega. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#jembrana #bali #temuan mayat #bunuh diri #wongsorejo #banyuwangi