RadarBanyuwangi.id – Patroli wisata yang digencarkan Polresta Banyuwangi selama libur panjang kemarin membuahkan hasil.
Tiga pelaku yang melukai wisatawan berhasil diamankan pada Sabtu (28/1).
Pelaku dibekuk usai melakukan aksi kekerasan kepada wisatawan asal Batu di jalan raya depan Bank BRI, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat.
Dalam aksinya, pelaku yang mengendarai mobil pikap mendahului kendaraan korban dengan cara memotong.
Begitu berhenti, pelaku memecah kaca mobil korban. Satu orang terluka akibat terkena pecahan kaca. Seorang perempuan yang berada di dalam mobil mengalami trauma berat.
Ketiga pelaku asal Lampung tersebut langsung dibawa ke Polresta Banyuwangi.
Mereka adalah ANC, 17, warga Dusun Haduyang Ratu, Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah. Berikutnya ANS, 39, asal Kelurahan Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Identitas pelaku lainnya yaitu AMR, 31, alamat Kelurahan Negara Aji Baru, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.
Selama di Banyuwangi, para pelaku berdomisili di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Andrew Vega menceritakan, aksi kekerasan yang dialami wisatawan terjadi sekitar pukul 13.40 di Jalan Nasional III, depan Bank BRI, Dusun Krajan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. Peristiwa tersebut sempat viral karena korban merekam aksi pelaku.
”Rekaman video yang viral di medsos tersebut memperlihatkan detik-detik penganiayaan kepada korban di jalan raya,” kata Vega.
Dari hasil penyelidikan, lanjut Vega, kejadian ini bermula saat korban berinisial HW, warga Kota Batu mengemudikan mobil Toyota Calya dengan dua penumpang yaitu anak dan istri.
Mobil tersebut melaju dari arah selatan menuju Banyuwangi. HW baru saja menikmati liburan di De Djawatan.
Sesampainya di sekitar Bank BRI Kabat, tiba-tiba ada mobil pikap bernopol P 8279 FC berjalan zigzag. Pikap berusaha mendahului dengan posisi sangat mepet dengan mobil korban.
”Merasa terkejut, korban secara refleks membunyikan klakson agar kendaraan pikap berhati-hati saat mendahului,” ungkap Vega.
Begitu korban akan melanjutkan perjalanan, sopir pikap sengaja menabraknya dari arah samping kiri. ”Kejadian ini berlangsung hingga tiga kali yang membuat istri korban histeris dan ketakutan,” jelas Vega.
Mobil pelaku kemudian mendahului korban, lalu menghentikan secara paksa dengan cara memotong jalan dari sebelah kanan.
Begitu mobil berhenti, pelaku memukul kaca pintu mobil. ”Satu orang pelaku berusaha memukul kaca mobil samping kiri belakang,” terang Vega.
Saking kerasnya pukulan, kaca mobil samping kanan pecah. Serpihan pecahan kaca mengenai jari tangan anak korban karena berusaha membela ayahnya yang akan dipukul oleh sopir pikap beserta kedua temannya.
”Pihak korban dan pelaku sudah bermusyawarah secara kekeluargaan. Hasilnya perkara tersebut sudah dianggap selesai. Korban dan pelaku sepakat tidak akan menuntut perkara ini berlanjut ke proses hukum,” kata Vega.
Vega mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dengan mengedepankan etika berlalu lintas, serta tidak terprovokasi oleh emosi selama berkendara di jalan raya.
”Kejadian ini diharapkan menjadi pembelajaran bersama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan berkendara. Tetap waspada dan utamakan keselamatan di jalan,” imbaunya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin