Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dipicu Miras Oplosan, 1 Remaja Tewas Dikeroyok Temannya di Tegaldlimo Banyuwangi

Bagus Rio Rohman • Kamis, 2 Januari 2025 | 18:13 WIB
GERAK CEPAT: Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra mendatangi lokasi penganiayaan yang menewaskan NH, 15, warga Desa Kedunggebang, Tegaldlimo, Sabtu (28/12).
GERAK CEPAT: Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra mendatangi lokasi penganiayaan yang menewaskan NH, 15, warga Desa Kedunggebang, Tegaldlimo, Sabtu (28/12).

RadarBanyuwangi.id – Pesta minuman keras (miras) dicampur pil koplo yang digelar enam remaja di Dusun/Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, berakhir tragis. Satu remaja, NH, 15, tewas setelah dikeroyok oleh lima rekannya pada Sabtu (28/12) malam.

Tragisnya, jasad NH dibuang di kebun buah naga di Desa Kedunggebang. Temannya yang ikut dalam pesta miras di antaranya DH, 15, dan AL, 15, keduanya asal Dusun/Desa Kedunggebang. Tiga lainnya, MA, 20, warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo; RS, 16, asal Desa/Kecamatan Tegaldlimo, dan DA, 15, warga warga Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. ”Para remaja itu pesta miras,” kata Kapolsek Tegaldlimo Iptu Sadimun.

Menurut Sadimun, kawanan remaja yang diduga pesta miras oplosan di rumah salah satu pelaku berinisial DH itu, semuanya masih berstatus pelajar, kecuali MA yang pengangguran. ”Minumannya alkohol dioplos dengan pil koplo,” ungkapnya.

Kapolsek menyampaikan, pesta miras dan pengeroyokan ini bermula saat NH asal Dusun/Desa Kedunggebang, datang ke rumah DH bersama temannya, FZ, 15, asal Desa Kedunggebang. ”Di rumah DH sudah ada MA, RS, DA, AL, dan DH,” ungkapnya.

Melihat NH yang datang bersama FZ, imbuh Sadimun,  MA, RS, dan DH yang saat itu berada di teras rumah dan baru selesai memasak biawak dan bakar ayam, ternyata merasa keberatan. Sebab, keduanya dianggap datang hanya menumpang makan saja. ”Mereka lalu makan dan minum miras oplosan,” terangnya.

Setelah makan dan minum, NH cekcok dengan MA, DH, dan RS. Penyebabnya, NH dan FZ datang setelah masakannya sudah matang. ”Cekcok tidak lama, NH mengantarkan FZ pulang dan kembali ke rumah DH,” bebernya.

Saat NH kembali ke rumah DH, MA tidak bisa menahan emosi dan memukulnya. NH tidak terima dan membalas pukulannya itu. Hal ini membuat MA semakin marah dan langsung menyerang dengan dibantu RS dan DH. ”Korban oleh MA, DH, dan RSM selanjutnya dibawa ke kamar mandi. Korban disiram air, lalu dihajar ramai-ramai,” ungkapnya.

Korban yang sudah kelengar, selanjutnya dibawa ke ruang depan yang digunakan sebagai gudang. Di tempat ini, korban kembali dihajar oleh tiga remaja itu. ”Korban sudah tidak kuat dan minta ampun, tapi malah dihajar lagi,” jelas Sadimun.

Aksi pemukulan itu tidak hanya di kamar mandi dan gudang. Korban juga diseret dan dipukuli oleh ketiga pelaku di ruang tamu hingga ke teras rumah. ”Korban akhirnya lemas dan seperti tidak sadar. Korban dibiarkan di teras,” bebernya.

Tidak lama, RS memeriksa korban dan diketahui napasnya tersendat-sendat dan ngorok. Remaja itu memanggil MA, DH, dan DA yang saat itu seperti tidur karena mabuk. ”Tapi tiga temannya sudah tidak bisa dibangunkan karena mabuk, maunya RS, NH akan dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Sekitar pukul 12.00, lanjut Sadimun, NH tetap dibiarkan terbaring di teras sendirian. RS membangunkan AL untuk mengantar pulang. Tak lama, DA mengabari RS kalau NH sudah meninggal. ”MA, DA, dan DH menyuruh RS membuang mayat NH. DA ini tidak ikut memukuli NH, tapi ikut membuang mayat NH,” ujarnya.

RS menolak membuang mayat NH, hingga akhirnya MA, DH, dan DA membawa mayat NH di kebun buah naga berjarak sekitar 200 meter menggunakan sepeda motor milik NH. ”Yang paling intens mukul NH itu MA,” jelas Sadimun.

Usai aksi pengeroyokan yang menewaskan korban, RS merasa ketakutan. Pada Minggu (29/12), RS melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegaldlimo. Dari laporan itu anggota Polsek Tegaldlimo meluncur ke lokasi kejadian. ”Akhirnya kawanan remaja itu kami bawa ke polsek,” ungkapnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra menambahkan, setelah menerima laporan dari salah satu pelaku, semua kawanan remaja diamankan. Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti botol bekas miras oplosan, sisa pil, dan alat bakar ikan. ”Saat ditemukan korban tanpa baju, hanya mengenakan celana dalam dan sarung,” ungkapnya.

Tidak sampai empat jam, para pelaku pengeroyokan berhasil dibekuk. Pelaku diduga menghabisi nyawa NH karena terpengaruh minuman keras. Empat orang langsung diamankan di Polsek Tegaldlimo. Mereka adalah MA, 20, warga Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo; RS, 16, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo; DH, 15, warga Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo; DA, 15,  warga Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo.

Berdasarkan hasil investigasi dan penyelidikan, aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban bermula saat mereka sedang nongkrong sembari melakukan pesta minuman keras (miras) di rumah DH, salah satu pelaku. Berdasarkan keterangan para pelaku, masih kata Rama, penganiayaan terjadi karena korban dianggap tidak sopan kepada pelaku.

Pelaku yang merasa lebih tua menganggap tidak dihargai oleh korban. ”Motif sementara karena ada perselisihan dengan anggapan tidak sopan, namun kami masih dalami lebih lanjut,” ungkap Rama.

Rama menambahkan, kasus ini terungkap setelah salah satu pelaku menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya. Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus secara tuntas. ”Tentu kami masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut dan para pelaku kita amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya. (cw2/rio/abi/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#tegaldlimo #tewas dikeroyok #Biawak #oplosan #banyuwangi #Pesta Miras