Radarbanyuwangi.id – Selain Kuntilanak , tuyul, sundel bolong, dan Genderuwo, Pocong menjadi salah satu hantu yang sangat populer di nusantara. Mahluk astral ini tak jarang menjadi target para ‘pemburu hantu’ di media sosial dalam usahanya mengeksplorasi dunia gaib.
Penampakannya sangat diburu. Dari bentuk fisiknya, pocong dapat dikenali dari bentuk fisiknya. Sepintas mirip guling yang diikat pada bagian atas dan ujungnya. Warnanya putih yang menggambarkan bentuk kain kafan.
Pada bagian wajahnya tampak terbuka lebar. Banyak orang yang kemudian beranggapan, pocong berasal dari orang yang telah meninggal dunia.
Kemunculannya konon dikarenakan tali pocongnya tidak dilepas saat proses pemakaman. Inilah yang kemudian membuat bangkit dan bergentayangan untuk meminta tolong dibukakan tali pocongnya.
Penggambaran umumnya, penampakan pocong berawal dari asap yang muncul tepat di tengah-tengah pusar kuburannya. Lalu, asap itu akan menjadi makhluk kecil yang lompat-lompat dari tengah kuburannya ke arah kakinya.
Kemudian dia melompat lagi ke arah kepalanya, kali ini menjadi makhluk yang sedang seperti bayi besarnya.
Selanjutnya ia akan melompat ke sisi di sebelah baratnya, lalu sempurnalah wujud pocong tersebut. Kemudian pocong akan berkeliling kuburannya sebanyak satu kali, meski kondisi kaki terikat namun pocong masih bisa berjalan dengan kaki terikat.
Setelah menjadi sosok pocong yang sempurna, ia akan terbang melayang-layang untuk menakuti manusia. Bola matanya terlihat seperti mau copot. Tidak ada alis ataupun daging kulitnya.
Jadi, sebenarnya pocong merupakan perwujudan makhluk halus dan bukan berasal dari arwah orang yang sudah meninggal. Itulah sedikit pembahasan mengenai asal usul pocong yang sebenarnya. (*)
Editor : Niklaas Andries