Ukurannya bisa seukuran kelingking orang dewasa. Bentuknya juga unik. Sepintas diamati, bentuk ulet keket akan sulit membedakan antara bagian depan dan belakang. Mana yang bagian kepala dan mana yang bagian buritannya. Bentuk tubuhnya hampir sama semua.
Selain bentuknya, ulat keket juga berbeda dari jenis ulat bulu yang biasa hinggap pada tanaman atau pohon. Meski berbulu sedikit, ulat ini tidak berbahaya. Meski dipegang, ulat ini tidak menyebabkan alergi maupun bentol-bentol pada kulit.
Ulat keket hampir bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara, Tiongkok, hingga India. Ulat ini biasanya hinggap dan beraktivitas di pohon dadap, tanaman gempol, pohon keben, tanaman sirsak, dan juga pohon alpukat.
Ulat keket dapat memakan berbagai jenis daun tumbuhan. Di antaranya yang biasa dijadikan pakan selain daun pohon mahoni dan pohon tempat di mana dia hinggap. Bentuk tubuhnya yang bongsor bukan karena ulat ini jago makan. Dia memang termasuk dalam kepompong jenis kupu-kupu gajah.
Biasanya ulet keket yang macam ini nanti akan menjadi kupu-kupu bagus dan berukuran besar. Coraknya juga beraneka macam warna. Hal inilah yang kemudian membedakan ulat keket dengan ulat pisang.
Corak warna kupu-kupu dari ulet keket lebih berwarna. Selain itu, ulet keket juga dikenal dengan daya cengkeram kaki yang kuat dan lengket. Ulat keket ini jenis spesies serangga dengan nama ilmiahnya Agrius convolvul. (nic/bay)
Editor : Niklaas Andries