Pisang merupakan salah satu komoditas tanaman buah yang menjanjikan secara ekonomi. Tetapi budidaya tanaman, petani sering menghadapi masalah klasik yakni kehadiran hama yang bisa merusak tanaman pisang itu sendiri.
Salah satu hama yang sering dikeluhkan petani pisang adalah keberadaan ulat penggulung daun alias Erionata thrax L. Petani lazim menyebutnya dengan nama ulat pisang atau entung.
Cara kerjanya pun terbilang unik. Larva ulat yang baru menetas akan memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun.
Seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun. kerusakan parah akan berakibat terganggunya proses fotosintesis pada daun pisang. Saat sudah terjangkit penyakit ini, petani biasanya akan melakukan pemangkasan daun dan kemudian membakarnya.
Selain itu turut digunakan bahan kimia atau insektisida berbahan aktif Kuinalfos dan Triklorfon. Insektisida yang bersifat sistemik akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan daun.
Ulat pisang biasa bersarang dan membuat sarangnya dengan menggulung daun pisang sebagai sarangnya sebelum masuk ke fase kepompong. Daun yang diserang ulat biasanya digulung karena ulat yang masih muda memotong tepi daun secara miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil sehingga menyerupai tabung.
Apabila dibuka akan ditemukan ulat di dalamnya. Di dalam gulungan tersebut ulat akan memakan daun. Apabila daun dalam gulungan tersebut sudah habis, maka ulat akan pindah ke tempat lain dan membuat gulungan yang lebih besar.
Apabila terjadi serangan berat, daun bisa habis dan tinggal pelepah daun yang penuh dengan gulungan daun. Ulat penggulung daun pisang memiliki karakteristik membentuk gulungan daun dengan menggunakan zat perekat yang dihasilkannya.
Di dalam gulungan tersebut, ulat ini memakan daun hingga hanya menyisakan tulang daun. Tingkat serangan ulat penggulung daun dapat menyebabkan kerugian pada hasil panen pisang. Hanya saja, ulat pisang ini hidupnya beraktifitas dimalam hari.
Ulat menggeliat dan mencari tempat berlindung dari sinar matahari. Ulat penggulung daun memiliki tiga buah cara pertahanan diri antara lain serbuk putih yang berada disekujur tubuh ulat penggulung Daun, cairan berwarna hijau yang keluar dari mulut ulat ketika di ganggu.
Selain itu ada jaring – jaring yang dikeluarkan ketika sedang menjadi kepompong. Ulat Penggulung daun mengganti kulitnya dua sampai tiga kali pada masa menjadi ulat (larva).
Sementara itu, musuh alami dari ulat ini ada beberapa satwa di antaranya ayam, burung gagak, burung kutilang, dan semut. Ulat ini biasanya juga digunakan masyarakat sebagai sumber pakan untuk ayam, pakan burung, hingga umpan untuk memancing. (nic/bay)
Editor : Niklaas Andries