Sebagian besar masyarakat memang menganggap ulat bulu sebagai hama tanaman. Apalagi, keberadaan ulat bulu yang bikin gatal dan meresahkan masyarakat.
Namun rupanya, tidak semua hal tentang ulat bulu itu menakutkan. Ada beberapa hal yang membuat ulat bulu bisa memberikan manfaat bagi alam.
Sebelum kita bahas manfaat ulat bulu di alam, kita akan bahas dulu warna, ukuran, dan bentuk bulu pada ulat. Sejauh ini, ulat bulu memiliki warna sangat beragam. Mulai ulat yang memiliki satu warna saja, hingga ulat yang memiliki lebih dari dua warna.
Sedangkan penyebaran ulat bulu lebih banyak berada pada daerah beriklim tropis. Terutama daerah yang memiliki banyak pohon berdaun hijau. Ternyata, ulat bulu tidak hanya merugikan bagi kehidupan manusia. Ada juga jenis-jenis ulat yang bermanfaat.
Manfaat pertama ulat bulu adalah kemampuannya membantu proses penyerbukan pada tanaman. Ulat bulu dapat mengangkat dan membawa serbuk sari dari tanaman ke tanaman lain. Hal ini dapat menyebabkan pembuahan dan proses penyerbukan tanaman menjadi lebih efisien.
Dengan begitu, populasi dari tanaman akan menjadi terjaga dan mencegah menurunnya populasi dari tanaman.
Manfaat berikutnya, ulat bulu dapat menjadi salah satu pupuk yang dapat menyuburkan tanaman. Ketika mati, ulat bulu akan diuraikan menjadi unsur–unsur hara yang sangat diperlukan dan juga sangat penting bagi kesuburan tanaman.
Unsur hara ini akan menyerap dan masuk ke dalam tanah, yang menyebabkan penggemburan tanah, serta mempermudah penyerapan air.
Ulat bulu ternyata juga banyak dipelihara sebagai salah satu pembudidayaan kupu- kupu. Setelah mengalami metamorfosis, ulat bulu akan berubah menjadi bentuk lain yaitu kupu-kupu.
Kupu–kupu memiliki tubuh yang indah dan cantik dan juga sering dimanfaatkan untuk mengambil madu.
Yang lebih unik lagi, ulat bulu juga salah satu jenis hewan memiliki kemampuan unik untuk membaca tanda–tanda alam.
Salah satunya munculnya ulat bulu secara bergerombol dan serempak pada suatu wilayah dapat menunjukkan bahwa habitat–habitat alami dari hewan ini menipis dan semakin rusak. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries