Lalat tentara hitam merupakan salah satu jenis lalat yang sering ditemukan di tempat-tempat yang kaya akan sampah organik.
Dalam klasifikasi ilmiahnya, lalat ini masuk dalam ordo Diptera dan family Stratiomyidae, dengan genus Hermetia.
Salah satu hal yang membuat lalat tentara hitam menarik adalah larvanya yang dikenal dengan sebutan maggot.
Larva ini memiliki peran penting dalam mengelola limbah organik. Ini karena kemampuannya yang luar biasa dalam mengurai sampah.
Larva memanfaatkan limbah tersebut sebagai sumber makanan, membantu mengurangi jumlah sampah organik yang terbuang begitu saja.
Kemampuan maggot dalam memakan sampah organik tidak lepas dari keberadaan bakteri selulolitik di dalam usus.
Bakteri tersebut menghasilkan enzim selulase yang berperan dalam hidrolisis selulosa, sehingga memungkinkan larva untuk mencerna sampah organik dengan efisien.
Sehingga, larva ini kemudian dimanfaatkan untuk proses penguraian sampah organik.
Sementara itu di Banyuwangi, sudah cukup banyak orang yang membudidayakan maggot. Contohnya seperti budidaya di Kecamatan Glagah, Kecamatan Bangorejo, Kecamatan Siliragung, dan beberapa lokasi lainnya.
Hasil budi daya maggot bisa menghasilkan cuan hingga jutaan rupiah per bulan.
Sementara itu, sebagian masyarakat sering menyebut maggot sebagai ulat. Sebab, bentuk tubuh dari larva lalat tentara hitam ini memang silinder seperti bentuk ulat pada umumnya yang berbentuk silinder memanjang.
Namun, berdasar klasifikasi ilmiahnya, ulat sebenarnya hanya merujuk pada fase larva dari ordo Lepidoptera. Sedangkan maggot berasal dari ordo Diptera.
Selain itu, bentuk tubuh maggot juga berbeda dengan ulat pada klasifikasi ilmiah, sehingga lebih tepat disebut larva. (gas/bay)
Editor : Niklaas Andries