Dalam kurun waktu sebulan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sudah menerima beberapa laporan ulat bulu.
Ulat bulu umumnya memiliki rambut di sekujur tubuhnya. Bila orang yang tidak sengaja menyentuh rambut tersebut, biasanya akan mengalami rasa gatal luar biasa, disertai rasa panas.
Dalam jumlah populasi yang terkontrol, ulat bulu cukup mudah untuk disingkirkan, cukup dengan sapu atau ranting pohon. Yang penting, tidak bersentuhan langsung dengan bagian tubuh ulat.
Namun, berbeda ceritanya jika jumlah populasi ulat dalam satu pohon tiba-tiba membeludak cukup banyak. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Kabat, dan Kecamatan Rogojampi.
Untuk menangani hama ulat bulu, petugas Damkarmat biasanya akan mengenakan pakaian tertutup untuk menghindari kontak langsung dengan ulat. Ini untuk menghindarkan petugas dari rasa gatal saat tidak sengaja menyentuh bagian tubuh ulat bulu.
Saat populasinya cukup banyak, petugas akan menyemprotkan insektisida (racun serangga) untuk memberantas ulat bulu. Insektisida dicampur dengan air dan disemprotkan ke sejumlah titik yang menjadi lokasi berkumpulnya ulat bulu.
Penyemprotan bisa dilakukan dengan menggunakan bantuan mobil damkar jika diperlukan. Dengan mencampur insektisida dengan air. Seperti yang dilakukan untuk mengatasi ulat bulu di pemukiman warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, halaman SPBU Rogojampi.
Setelah dilakukan penyemprotan, beberapa saat kemudian, ulat bulu akan terkena efek insektisida, mulai berjatuhan dan mati. Selanjutnya, ulat bulu yang sudah mati ini dibersihkan agar bulunya yang rontok tidak membuat warga sekitar gatal-gatal. (gas/bay)
Editor : Niklaas Andries