Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Heboh Bayi Dibuang dalam Kardus di Muncar, Ditemukan Penjaga Toko, Dikira Suara Kucing

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 9 Januari 2024 | 18:49 WIB
DIBUANG IBUNYA: Bayi Alexsandro Eltama Dhanvian dibawa ke Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar, pada Minggu (7/1) malam.
DIBUANG IBUNYA: Bayi Alexsandro Eltama Dhanvian dibawa ke Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar, pada Minggu (7/1) malam.

MUNCAR, Radar Genteng – Warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki di depan toko pada Minggu (7/1) sore.

Saat ditemukan, kondisi bayi malang itu hanya diselimuti kain dan ada sepucuk surat yang diduga ditulis oleh orang tua bayi.

Warga yang kali pertama mengetahui bayi itu yakni M. Fahmi Firdaus, 21, pemilik toko.

Sekitar pukul 17.36, pemuda itu melihat ada sepasang pengendara sepeda motor Honda Scoopy putih yang berhenti sekitar 20 meter di seberang tokonya.

”Yang perempuan turun dari motor sambil membawa kardus,” ujar M. Fahmi Firdaus, Senin (8/1).

Perempuan berusia muda yang belum diketahui identitasnya itu, terang Fahmi, kemudian meletakkan kardus yang dibawa di teras tokonya.

”Waktu itu saya belum sadar kalau kardus itu ditaruh di teras, karena saya menjaga toko sambil bermain HP (handphone),” ungkapnya.

Perempuan yang diduga ibu dari bayi yang ditemukan di teras tokonya itu, selanjutnya masuk ke tokonya dan membeli rokok Gudang Garam 12.

”Saya tanya beli apa, katanya rokok dua bungkus,” jelas Fahmi.

Menurut Fahmi, perempuan yang membeli rokok dua bungkus itu berperawakan kecil dan tingginya sekitar 150 sentimeter.

”Waktu beli rokok itu hanya pakai jaket hoodie hitam, masker, dan celana warna biru. Cara berpakaiannya seperti orang yang baru bangun tidur,” ungkapnya.

Perempuan bersama laki-laki yang naik motor Honda Scoopy itu, terang Fahmi, datang dari arah selatan. Saat pulang dari tokonya, juga kembali ke arah selatan.

”Sepertinya bukan orang desa sini, mungkin dari daerah Dusun Tegalpare (Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar) atau Desa Kedunggebang (Kecamatan Tegaldlimo),” ujarnya.

Setelah perempuan itu pergi, Fahmi mendadak mendengar suara seperti tangisan bayi. Awalnya, dia tidak yakin itu suara bayi. Sebab, tokonya itu biasa jadi langganan tempat orang membuang kucing.

 ”Awalnya itu saya kira suara anak kucing, saya cari-cari tidak ada,” ungkapnya.

Saat dicari sumber suara tangisan bayi itu rupanya berasal dari kardus yang ditinggalkan perempuan tadi. Karena curiga, ia mendekati kardus di teras tokonya.

Karena takut, kardus dibawa ke rumah Ahmad Syifa Nailul Wafar yang ada di depan tokonya. ”Saya bawa ke Gus Syifa,” ujarnya.

Sesampai di rumah Gus Syifa itu, kardus yang masih tertutup itu akhirnya dibuka dan ternyata bayi laki-laki yang hanya ditutupi selembar kain.

”Di kardus itu juga ada surat wasiat yang ditinggalkan oleh orang tuanya,” jelas Gus Syifa.

Di surat itu, Gus Syifa menyebut ada nama yang sudah diberikan oleh orang tuanya dan meminta agar siapa pun yang menemukan bayi itu untuk dibawa ke pondok pesantren.

”Di surat itu disebutkan nama bayi ini Alexsandro Eltama Dhanvian, bayi itu lahir pada Jumat (5/1),” terangnya.

Orang tua bayi juga menulis alasannya meninggalkan sang anak karena kesulitan keuangan. Orang tua bayi minta tolong untuk merawatnya.

”Diantar ke pondok pesantren atau pada warga yang mau merawat,” ujar Gus Syifa.

Usai penemuan bayi itu, Gus Syifa menghubungi perangkat desa dan kepolisian. Tak lama, perangkat desa, anggota Polsek Muncar, dan petugas medis Puskesmas Sumberberas datang untuk melihat kondisi bayi.

”Karena ukuran bayi terlalu kecil, pihak puskesmas merekomendasikan bayi itu dirujuk ke RSUD Genteng,” terangnya.

Humas RSUD Genteng dr Sugiyo Sastro membenarkan ada pasien bayi tanpa orang tua yang ditemukan warga di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

”Benar, (bayi) dibawa ke sini pada Minggu malam,” katanya.

dr Sugiyo menyebut kondisi bayi perlu perawatan khusus lantaran beratnya yang hanya sekitar 1,2 kilogram.

”Kondisi kurang baik, bayi lahir normal itu biasanya berat normalnya 2,5 sampai 4 kilogram. Sekarang bayinya masih menjalani perawatan intensif di ruang NICU,” pungkasnya. (gas/abi/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#bayi #dibuang #kardus #kucing #banyuwangi #muncar