PURWOHARJO, Radar Genteng – Pentas seni di salah satu gudang di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berbuntut pengeroyokan, Senin malam (25/12).
Satu pelajar tewas mengenaskan setelah dikeroyok belasan orang. Korban tercatat sebagai anak pensiunan anggota Polri.
Lokasi pengeroyokan di jalan raya simpang tiga Tugu NU Dusun Krajan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.
Korban yang bernasib nahas adalah Aditya Warman, asal Blok Percil, Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.
Pelajar berusia 18 tahun itu menderita luka cukup parah di kepala, tangan kanan, dan beberapa bagian tubuhnya.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Purwoharjo untuk mendapat perawatan. Namun, lantaran lukanya cukup parah, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Graha Medika, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.
”Korban meninggal di rumah sakit,” terang Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan.
Aksi pengeroyokan yang menimpa putra pensiunan polisi (almarhum) Aiptu Dwikora tewas itu berawal dari pentas kesenian yang diadakan kelompok pelajar SMAN Purwoharjo di salah satu gudang Desa Kradenan.
”Pentas musik tidak ada izinnya,” tegas Budi, Selasa (26/12).
Pentas seni bubar sekitar pukul 22.00. Aditya Warman yang akan pulang dihadang sekelompok remaja yang baru saja menyaksikan pentas musik.
”Korban akan pulang dengan naik motor bersama temannya. Korban dihadang di jalan simpang tiga Tugu Kampung NU atau tepatnya di selatan SPBU Kradenan,” jelas Budi.
Saat dihadang itulah, korban langsung dikeroyok ramai-ramai oleh belasan orang. Di antara pelaku ada yang menggunakan benda tumpul.
Setelah dihajar ramai-ramai, korban ambruk dan pingsan dengan tubuh bersimbah darah.
”Saat korban dihadang dan dihajar, temannya lari sambil berteriak minta tolong warga,” beber Budi.
Melihat korban ambruk, para pelaku kemudian kabur dan menghilang. Mendengar keributan, warga di sekitar lokasi langsung berdatangan dan menolong korban.
”Oleh warga korban dilarikan ke Puskesmas Purwoharjo,” terangnya.
Karena lukanya cukup parah, Aditya akhirnya dirujuk ke RS Graha Medika, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.
Sempat dirawat beberapa saat, siswa kelas X SMKN di Kecamatan Tegalsari itu akhirnya meninggal dunia.
”Jenazah korban langsung diambil keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.
Kapolsek Budi mengaku telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik tengah memintai keterangan para saksi yang mengetahui aksi pengeroyokan tersebut.
”Informasinya pelaku lebih dari lima orang,” pungkasnya. (gas/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin