BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Diduga kesulitan ekonomi, Edi Sugianto, 37, asal Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, ditemukan ibu mertuanya Semi Pujiati, 70, sudah tewas dengan posisi duduk di ruang belakang rumahnya, Minggu (26/11) sekitar pukul 10.00.
Saat ditemukan itu, korban sudah meninggal dengan tangan terlilit kabel terbuka yang dihubungkan dengan aliran listrik melalui stopkontak. “Diduga kuat korban ini sengaja bunuh diri,” terang Kapolsek Bangorejo, AKP Sutarkam pada Jawa Pos Radar Genteng.
Dugaan korban ini sengaja bunuh diri, terang Kapolsek, dikuatkan dengan pesan korban melalui tulisan tangan di sirap kayu jati yang tidak jauh dari tempat ditemukan korban. “Ada pesan-pesan korban sebelum bunuh diri dengan menulis di sirap kayu jati,” terangnya.
Pesan yang tertulis di sirap kayu itu, jelas Kapolsek, diperuntukkan pada istrinya Umi Zubaidah, 34, yang berbunyi, Maaf Semuanya Kesalahanku Mohon di Maafkan, Nduk Idah…Gak Suwi Kita Kumpul Bersama, Aku Tunggu Janjimu. Mohon Kamu jujur Ae….Wassalam. I Love You, Sapine Didol Ge Nyarutan Ae, Titip Arek2X Dididik Sing Apik, Suwun pak Sekabehane Salah, Luput njalok Sepuro (sapinya dijual saja untuk bayar utang, titip anak-anak dididik yang baik, terimakasih pak, salah minta maaf). “Korban meninggalkan pesan,” terangnya.
Kapolsek menyebut, orang yang kali pertama menemukan korban itu ibu mertuanya Semi Pujiati, 70. Saat itu, nenek itu akan mengambil arang di depan rumah korban. “Nenek Semi memanggil korban untuk lekas makan,” katanya.
Karena dipanggil hingga beberapa kali korban tidak menyahut, nenek ini masuk rumah lewat pintu samping rumah. Saat masuk itu, kaget melihat Edi tidak sadar dengan posisi duduk di kursi. Melihat menantunya yang seperti tidak wajar, nenek ini mendatangi rumah ketua RT setempat, Arifin, 46. “Saat dicek oleh ketua RT, korban sudah meninggal, awalnya diduga kesetrum,” ucapnya.
Tapi setelah anggota melakukan olah TKP dan bukti pesan di sirap yang ditulis tangan korban, maka dugaan kuat pria paro baya itu sengaja bunuh diri. “Melihat isi pesan-pesannya, diduga bunuh diri karena masalah ekonomi,” cetusnya.
Kapolsek menyebut istri korban Umi Zubaidah saat ini sedang hamil besar dan segera melahirkan untuk anak keduanya. Dari sejumlah saksi, korban itu sangat tertutup pada keluarga dan tetangga. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, menerima kejadian ini,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi