RadarBanyuwangi.id – Kasus penganiayaan yang menimpa murid SDN Mojopanggung menambah daftar kasus kekerasan anak di kabupaten the Sunrise of Java.
Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Banyuwangi mencatat, sudah ada 16 anak menjadi korban penganiayaan di Bumi Blambangan.
Ketua TRC PPA Banyuwangi Very Kurniawan menyebut, kasus penganiayaan siswa SDN Mojopanggung bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan sekolah. Tingginya angka kekerasan anak patut dievaluasi.
”Sampai saat ini sudah ada 16 laporan korban penganiayaan yang masuk. Perlu pengawasan khusus dalam dunia pendidikan agar tidak terulang kembali aksi perundungan maupun penganiayaan,” ungkap Very.
Dia menyebut, kasus penganiayaan di SDN Mojopanggung bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak terutama insan pendidikan.
”Dalam hemat kami, perlu adanya pengawasan lebih ketat baik saat pembelajaran maupun di luar jam pelajaran. Dengan demikian, semua kegiatan atau aktivitas siswa bisa terpantau,” tegas Very. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin