Dalam kejadian itu, Sulistyowati mengalami luka bacok di perut bagian tengah, lengan kiri, paha kiri, punggung kiri dan kanan, serta pinggang bagian kanan. Selain itu, perut depan sebelah kiri hingga usus terburai keluar, luka terbuka di bagian tangan kiri, jempol kiri dan kanan, kepala belakang, pelipis, dan dahi kanan. Korban yang terluka parah itu, oleh warga ditolong dengan dilarikan ke RS Al Huda Gambiran.
KORBAN : Sulistyowati yang luka di beberapa bagian tubuhnya dirawat di RS Al Huda Gambiran pada Sabtu (13/5) malam. (Rohman untuk RadarBanyuwangi.id)
Melihat istrinya yang terkapar dengan luka cukup parah, Boyamin mencoba bunuh diri dengan membacok perutnya menggunakan pisau dapur. Pria yang terluka parah dan sempat ambruk, oleh warga ditolong dengan dilarikan ke RS Graha Medika Gambiran. “Kejadian ini sekitar pukul 19.00,” terang Kapolsek Gambiran, AKP Abdul Rahman.
Dari informasi yang diterima, terang Kapolsek, sebelum terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini, pasangan suami istri (pasutri) ini sedang ada masalah. Pada Maret 2023, pasutri ini sempat dimediasi di kantor Desa Purwodadi. “Dipertemukan untuk menyelesaikan masalah keluarganya,” katanya.
Saat kejadian itu, jelas dia, Sulistyowati berada di rumah Dedy Kurniawan, 28, anak dari suami sebelumnya. Boyamin datang untuk membahas permasalahan rumah tangganya. “Korban sengaja pergi dari rumahnya karena minta cerai,” terangnya.
Rupanya Boyamin keberatan tuntutan cerai dari istrinya itu. Tapi Sulistyowati tetap bersikukuh untuk cerai karena tidak ada lagi yang bisa dipertahankan dalam pernikahannya. “Boyamin menemui Sulistyowati agar tuntutan cerai dibatalkan,” cetusnya.
Saat Boyamin datang itu, jelas Kapolsek, Dedy ada di rumah dan ikut menemui ayah tirinya. Tapi tidak lama, Dedy pamit keluar rumah dengan dalih akan kerja. “Boyamin mencegah Dedy dan minta tetap di rumah,” terangnya.
Dedy tidak menghiraukan dan tetap ke luar rumah. Dan itu membuat pelaku tersinggung. Boyamin berdiri dan mengayunkan celurit yang dibawa ke arah Dedy. Akibat serangan mendadak itu, putra Sulistyowati itu mengalami luka lecet di bagian punggung sebelah kiri. “Sulistyowati mencoba untuk melerai,” katanya.
Tapi naas, Boyamin malah semakin beringas dengan membacok istrinya itu menggunakan celurit yang sebelumnya dibuat membacok Dedy. Tanpa ampun, pelaku terus membacok istrinya di beberapa bagian tubuhnya hingga ambruk dan bercucuran darah. “Ibu Sulistyowati ambruk, tubuhnya penuh luka,” ungkapnya.
Melihat istrinya ambruk dengan luka cukup parah, Boyamin mulai panik. Pria itu mengambil pisau di rumah anak tirinya dan menusukkan di perutnya sendiri. “Habis membacok istrinya, pelaku mencoba bunuh diri dengan menusuk perutnya pakai pisau,” bebernya.
Ketiga korban Dedy, Boyamin, dan Sulistyowati yang terluka, oleh warga yang berdatangan, ditolong dengan dilarikan ke rumah sakit. Boyamin dikirim RS Graha Medika, sedang Sulistyowati dan Dedy dibawa ke RS Al Huda Gambiran. “Yang kita rawat hanya pasien atas nama Sulistyowati, untuk pasien atas nama Dedy, saya tidak tahu,” jelas Humas RS Al Huda Gambiran, dr Suryadinata.
Menurut dr Suryadinata, saat dibawa ke rumah sakit kondisi Sulistyowati sangat lemah. Pasien ini menderita luka pada perut bagian tengah, lengan kiri, paha kiri, punggung kiri dan kanan, serta pinggang. Selain itu, jelas dia, juga ada luka-luka pada pingang kanan, perut depan sebelah kiri dengan usus terburai keluar, luka terbuka di tangan kiri, jempol kiri dan kanan, kepala belakang, pelipis, dan dahi kanan. “Luka itu disebabkan bacokan benda tajam (celurit),” terangnya seraya menyebut korban telah dilakukan tindakan operasi pada pukul 07.00, kemarin (14/5).
Buyung Pamungkas, 20, adik dari menantu Sulistyowati mengatakan, Boyamin selama ini sering datang ke rumah kakak iparnya itu. “Yang dibahas itu soal perceraian dan minta dibatalkan,” cetusnya.
Setiap Boyamin datang dan minta Sulistyowati membatalkan tuntutan cerai, selalu ditolak oleh korban. Sulistyowati bersikukuh untuk tidak melanjutkan hubungan suami istri. “Dulu pernah melakukan kekerasan juga, bu Sulis tidak mau melanjutkan (pernikahannya),” ungkapnya.
Buyung mengaku mendapat informasi dari tetangga sekitar kalau Boyamin pernah berurusan dengan kepolisian. “Katanya pernah jadi pelaku pembunuhan, tapi dibebaskan karena punya gangguan kejiwaan,” katanya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi